JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Evaluasi Pemanfaatan Lahan Eks Pengembangan Lahan Gambut Sejuta Hektar untuk Tanaman Padi dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Evaluasi Pemanfaatan Lahan Eks Pengembangan Lahan Gambut Sejuta Hektar untuk Tanaman Padi dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Lahan yang rawa cukup luas pada kawasan pengembangan lahan gambut sejuta hektar dapat dijadikan lumbung pangan nasional. Oleh karena itu pemerintah pusat melalui Inpres No 2. tahun 2007 mencanangkan program rehabilitasi dan revitalisasi kawasan pengembangan lahan gambut sejuta hektar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah setempat untuk memberdayakan kawasan PLG menjadi sentra produksi padi. Kegiatan tersebut dimulai tahun 2011 dengan luas 31 ha kemudian akan diperluas pada tahun 2012  dan tahun selanjutnya hingga 100.000 ha. Untuk mengetahui informasi kelayakan pola tanam, tingkat adopsi teknologi dan dampak pemanfaatan lahan eks PLG seluas 100.000 ha terhadap kontribusi beras dalam menghadapi perubahan iklim di Kalimantan Tengah, maka perlu dilakukan penelitian melalui metode survei dan PRA.

Lokasi penelitian ditentukan berdasarkan hasil dilineasi atau ground cek, dibedakan atas lokasi agak rawan banjir yaitu desa Bina Jaya (A1) dan Harapan Baru (A4), lokasi rawan banjir yaitu desa Petak Batuah (A2) dan Bentok Jaya (A5) Kecamatan Dadahup dan lokasi sangat rawan banjir adalah desa Saka Binjai (A6), Bina Sejahtera (A7), Sukareja (A8), dan Suka Mukti (A9) Kecamatan Kapuas Murung.    Jumlah petani ditentukan secara acak sebanyak 200 orang sampel, 160 orang diwawancarai secara individu dan 40 orang diwawancarai secara kelompok. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan eks pengembangan lahan gambut sejuta hektar untuk tanaman padi dilakukan dalam bentuk pola tanam padi unggul-padi unggul, padi unggul-padi lokal, dan padi lokal-bero. Secara ekonomis usahatani ketiga pola tanam tersebut cukup menguntungkan dan efisien. Tingkat adopsi teknologi budidaya padi oleh petani berada pada tahap sedang. Hal-hal yang perlu diperbaiki terutama pengelolaan tata air, panen serentak, umur bibit dan pengendalian gulma. Dampak pemanfaatan lahan eks pengembangan lahan gambut antara lain kontribusi pendapatan rumah tangga petani disumbang dari padi sebesar 39,29%, buruh tani 29,04% dan non pertanian 17,32%. Frekuensi tenaga kerja petani yang bekerja pulang pergi pada lokasi agak rawan banjir lebih tinggi dibandingkan lokasi rawan dan sangat rawan banjir. Sebaliknya frekuensi tenaga kerja yang bekerja merantau pada lokasi sangat rawan banjir lebih tinggi dibanding lokasi agak rawan dan rawan banjir. Kontribusi pemanfaatan eks PLG untuk tanaman padi pada rencana 100.000 ha terhadap produksi  beras di Kalimantan Tengah cukup bervariasi, hal  ini sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim dan serangan hama. Masalah usahatani padi adalah serangan hama penyakit, kebanjiran dan kekurangan modal. (M. Saleh)

Gambar a dan b.  Kegiatan pengumpulan data primer di Kecamatan Dadahup, 2012