JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Model Prediksidan Pemetaan Sebaran Hama dan Penyakit Utama Padi di Lahan Rawa Kalimantan Selatan dan Tengah

Model Prediksidan Pemetaan Sebaran Hama dan Penyakit Utama Padi di Lahan Rawa Kalimantan Selatan dan Tengah

Perkembangan hama dan penyakit tanaman dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim baik langsung maupun tidak langsung, terjadinya anomali musim, yakni masih adanya hujan di musim kemarau juga dapat menstimulasi serangan hama dan penyakit. Pemantauan terhadap dinamika serangan hama dan penyakit yang dikaitkan dengan perubahan iklim merupakan upaya yang perlu direalisasikan sebagai upaya antisipasi, untuk masa yang akan datang, sistem peringatan dini (early warning system) perlu dibangun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model prediksi hama dan penyakit utama padi di lahan rawa Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dan menentukan sebaran hama dan penyakit utama padi di lahan rawa Kabupaten Barito Kuala (Kalimantan Selatan) dan Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah) melalui peta. Penelitian ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu (1) model prediksi serangan hama penyakit utama padi di lahan rawa Kalimantan Selatan dan Tengah dan (2) peta sebaran hama dan penyakit  utama padi di lahan rawa Kabupaten Barito Kuala (Kalimantan Selatan) dan Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Sumber data berasal dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Badan Meteorologi dan Geofisika di Provinsi Kalimantan Selatan dan Tengah. Data yang dikoleksi adalah berasal dari daerah-daerah rawa di setiap kabupaten, yaitu: (a) luas pertanaman padi, (b) jenis atau varietas padi, (c) jenis hama dan penyakit serta intensitas kerusakan, (d) luas serangan, (e) musuh alami, (f) curah hujan, suhu udara dan kelembaban, (g) budidaya (penggunaan pestisida dan pupuk).

Kesimpulan dari kedua kegiatan ini adalah (1) serangan penyakit tungro selalu terjadi pada musim kemarau terutama di daerah yang terlambat tanam dan sebagian besar yang terserang adalah varietas lokal terutama siam mutiara dan siam mayang, (2) serangan penyakit tungro akan meningkat apabila jumlah curah hujan dalam satu bulan kurang dari 100 mm, (3) prediksi untuk musim tanam 2013, bahwa serangan penyakit tungro akan kembali terjadi, sehingga perlu strategi untuk antisipasi kemungkinan tersebut, antara lain dengan cara membenamkan semua turiang padi lokal ke dalam tanah dan membersihkan rumputan di sekitar sawah, agar wereng hijau sebagai vektornya tidak dapat bertahan hidup, (4) serangan hama tikus di Kecamatan Mandastana akan meningkat apabila jumlah curah hujan dalam satu bulan antara 150-200 mm. Sedangkan di Kecamatan Tamban, serangannya akan meningkat apabila jumlah curah hujan dalam satu bulan melebihi 250 mm, (5) pola serangan penggerek batang padi memiliki perbedaan di setiap wilayah. Luas serangan yang tergolong tinggi terjadi  di Kecamatan Anjir Pasar,  Tamban dan Mandastana masing-masing 29,8, 40,9 dan 14,7 ha,  akan tetapi intensitas kerusakannya termasuk kategori ringan. Pola curah hujan tidak berpengaruh terhadap tingkat serangan hama ini, tetapi keberadaan tumbuhan Elocharis dulcis sangat berpengaruh terhadap intensitas kerusakan padi yang disebabkan oleh hama ini. Di daerah yang banyak terdapat tumbuhan tersebut tingkat kerusakan padi sangat rendah, (6) tinggi-rendahnya curah hujan tidak berpengaruh terhadap tingkat serangan wereng coklat, karena berdasarkan analisis regresi bahwa bentuk hubungan curah hujan dengan serangan wereng coklat sejak musim hujan 2005/2006 sampai musim kemarau 2011 di semua lokasi mempunyai nilai koefisien determinasi sangat rendah, (7) tingkat serangan penyakit blas akan meningkat apabila jumlah curah hujan satu bulan >300 mm, (8) serangan penyakit bercak coklat dapat terjadi baik pada musim kemarau ataupun musim hujan. Pola curah hujan tidak berpengaruh terhadap serangan penyakit tersebut, (9) sebaran hama penyakit utama padi dalam peta Kabupaten Barito Kuala adalah hama tikus, penggerek batang, penyakit blas dan tungro. Diantara hama dan penyakit tersebut, tungro adalah penyakit yang paling luas penyebarannya. (M. Saleh)

Gambar kiri; Gejala awal penyakit tungro.  Gambar kanan;Terserang tungro (tanaman kerdil)