JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengembangan Sistem Kalender Tanam Lahan Rawa Mendukung Pengembangan Lahan Rawa sebagai Lumbung Pangan Alternatif Menghadapi Perubahan Iklim

Pengembangan Sistem Kalender Tanam Lahan Rawa Mendukung Pengembangan Lahan Rawa
sebagai Lumbung Pangan Alternatif Menghadapi Perubahan Iklim

Lahan rawa merupakan salah satu lahan potensial untuk mendukung program Kementerian Pertanian dalam mencapai surplus beras 10 juta ton pada tahun 2015, selain itu juga berfungsi sebagai stok penyangga pada bulan defesit seperti bulan September, Oktober, Nopember dan Desember. Produksi beras di lahan rawa dapat ditingkatkan melalui peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas. Untuk peningkatan IP tersebut dibutuhkan kalender tanam.  Adanya perubahan iklim dapat memunculkan berbagai kondisi, antara lain tahun kering (El Nino), tahun normal dan tahun basah (La Nina). Selain itu kondisi curah hujan pada setiap tahun dapat berada pada bawah normal (BN), normal (N) dan atas normal (AN) perbedaan topografi juga menyebabkan ketinggian muka air/genangan pada lahan rawa bervariasi, oleh karena itu perlu dibuat kalender tanam rawa. Bervariasinya sifat kimia fisik tanah di lahan rawa membutuhkan kalender tanam terpadu yang menginformasi varietas padi yang sesuai, kebutuhan pupuk,  dan benih.

Untuk membuat kalender tanam terpadu pada lahan rawa dibutuhkan berbagai data/peta serta hasil-hasil penelitian berbagai instansi, juga berbagai disiplin ilmu. Pada tahun 2012 telah dibuat kalender tanam terpadu untuk lahan rawa yang terdapat di Pulau Sumatera, Sulawesi dan Papua dalam skala operasional (per kecamatan).

Dari penelitian Pengembangan Sistem Kalender Tanam Lahan Rawa Mendukung Pengembangan Lahan Rawa sebagai Lumbung Pangan Alternatif Menghadapi Perubahan Iklim ini dapat disimpulkan:

  1. Waktu tanam di lahan pasang surut dimulai setelah jumlah air hujan mencukupi untukmelarutkan kadar besi yang ada di dalam air.
  2. Di lahanlebakpenanamandimulaisaatgenangan air mulaiberkurang di kisaran 24 cm sehinggapaditidaklagiterendam.
  3. Padatahun normal dantahunkeringpeningkatanindekspertanaman di  lahanlebak, terutama di lebakdangkal, dari IP 100 menjadi IP 200 peluangnyacukuptinggi. Tinggigenanganumumnya di kisaran 24 cm sehinggadapatditanamipadi. Saatkemarautinggimuka air di kisaran 40 cm sehinggaakarmasihmenjangkau air.

 

Kalender tanam yang bersifat semi dinamik ini, disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan yang meliputi kegiatan:

  1. Validasidan updating tipeluapanlahan di setiapkecamatan
  2. Validasidan updating luasbaku di setiapkecamatan
  3. Memperluas areal penelitianmencakupseluruhlahanrawa di Indonesia
  4. Mengembangkanmenjadikalendertanam yang bersifatdinamik, yaituberdasarkanprediksiperubahaniklim yang dikeluarkanoleh BMKG.(M. Saleh)