Senin, 14 Jun 2021

Penelitian Perbaikan Teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Lebak untuk Meningkatkan Produksi Padi dan Cabai

Usaha diversifikasi pertanian di lahan rawa lebak telah lama dilaksanakan, namun hasil yang diperoleh selama ini masih rendah, sehingga berbagai upaya terus diupayakan. Rendahnya hasil selain berhubungan erat dengan kendala fisiko-kimia lahan, juga disebabkan oleh pemilihan dan penerapan teknologi yang masih belum mengacu pada kondisi spesifik lokasi dan sosial-budaya setempat.

Sejalan dengan usaha mengoptimalkan pengembangan lahan rawa lebak untuk usaha pertanian sekaligus meningkatkan diversifikasi hasil pertanian dan pendapatan, maka dilakukan penataan lahan. Hasil penelitian Balittra menunjukkan bahwa lahan rawa lebak dapat ditata sebagai sawah atau kombinasi sawah dengan tukungan maupun sistem surjan yang disesuaikan dengan tipe lahan dan jenis tanahnya.  Dengan masukan teknologi budidaya maka lahan rawa lebak dapat lebih berperan dalam meningkatkan produksi berbagai komoditas pertanian.

Perbaikan teknologi pengelolaan lahan dititikberatkan pada peningkatan produktivitas padi dengan cara meningkatkan IP dari 100 menjadi 200.  Strategi yang digunakan untuk mencapai IP 200 adalah melalui pengelolaan air dengan pembuatan tanggul keliling, penggunaan varietas unggul, sistem tanam jajar legowo, pupuk hayati biotara, aplikasi pemupukan berdasarkan Decision Support System (DSS), dan pengelolaan organisme pengganggu tanaman terpadu.

Ada dua kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2017, yaitu : 1) Perbaikan teknologi pengelolaan lahan dan budidaya tanaman padi IP 200 di lahan lebak kawasan polder dan (2) Teknologi peningkatan produksi tanaman cabai pada musim hujan (off-season) di lahan lebak kawasan polder. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan memverifikasi potensi sumber daya lahan melalui karakterisasi tanah dan pengamatan dinamika muka air dan kesatuan pengelolaan tata air; (2) merakit komponen teknologi pengelolaan lahan dan sistem budidaya tanaman padi IP 200 melalui penggunaan varietas Inpara 2, pupuk hayati Biotara, bahan organic in situ Kayapu (Pistia aplikasi pemupukan system DSS;  (3) identifikasi kesesuaian padi varietas unggul baru dan preferensi petani melalui uji adaptasi 9 varietas terhadap varietas pembanding; (4) merakit komponen teknologi penggunaan varietas unggul dan pengelolaan OPT tanaman cabai  pada musim hujan melalui aplikasi perlakuan empat pengelolaan OPT dan empat varietas cabai di lahan lebak kawasan polder. Pelaksanaan penelitian di lahan lebak tengahan kawasan polder  seluas 2,5 ha di Desa Hamayung, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan pada bulan Juni –Desember 2017. 

Keberhasilan peningkatan indeks pertanaman akan memacu produksi tanaman di kawasan polder tersebut dan mereplikasi percontohan pada kawasan rawa lebak lainnya.  (Anna Hairani, SP, MP, Ph.D)

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN

Statistik Website

Hari Ini : 865
Kemarin : 899
Minggu Ini : 865
Bulan Ini : 17063
Total : 163293

  • Alamat IP Anda : 3.238.249.157

Sedang Online :

11
Online

Agro
Institusi Litbang