Senin, 14 Jun 2021

Penelitian Perbaikan Teknologi Budidaya Terpadu Padi Dan Cabai Pada Lahan Lebak Tengahan

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Merakit teknologi pengelolaan lahan dan tanaman terpadu di Lahan Lebak Tengahan, (2) Mendukung pengembangan model pengelolaan lahan dan tanaman terpadu di Lahan Lebak Tengahan, (3) Menyusun model kelembagaan petani yang mendukung keberlanjutan pengelolaan lahan dan tanaman terpadu    di Lahan Lebak Tengahan, (4) Merakit komponen teknologi ameliorasi dan pemupukan di Lahan Lebak Tengahan, (5) Merakit komponen teknologi varietas padi tahan rendaman, (6) Merakit komponen teknologi pengelolaan air, varietas dan pengendalian OPT tanaman cabai di Lahan Lebak Tengahan dan (7) Menganalisa tingkat keberlanjutan usahatani padi dan cabai di Lahan Lebak Tengahan.

Untuk mendukung pengembangan model pengelolaan lahan dan tanaman terpadu di LLT, dilakukan Bimbingan Teknis (Bimtek), di BPP Kec. Daha Utara, Kab. HSS, 4 Desember 2018, Materi Bimtek  terdiri dari : (1) Penataan lahan dan pengelolaan air pada lahan rawa Lebak, (2) Budidaya padi di lahan rawa lebak, (3) Budidaya dan pasca panen cabai merah,(4) Pestisida nabati rawa, (5) Pemanfaatan alat dan mesin pertanian di lahan rawa,  (6) Kelembagaan pertanian di lahan rawa.  Peserta Bimtek adalah petani dan PPL.

Tahap awal merekayasa dan mengembangkan kelembagaan petani mendukung keberlanjutan model pengelolaan lahan dan tanaman secara terpadu  adalah  identifikasi kemampuan poktan lahan rawa lebak kemudian tahap selanjutnya ditetapkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membentuk poktan yang mandiri sehingga dapat mendukung adopsi teknologi di lahan rawa lebak. Kesimpulan yang di dapatkan setelah survey adalah : (1) Tingkat kemampuan kelompok tani di Desa Hamayung Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan berada pada kategori kelompok lanjut, (2) Peningkatan kemampuan kelompok dapat dilakukan dengan melakukan pembinaan (bimbingan dan penyuluhan) pada aspek aspek kemampuan mengorganisasi, kemampuan mengembangkan kepemimpinan, kemampuan merencanakan dan kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan.

Aplikasi pemanfaatan kayuapu (pistia stratiotes) pada  pertanaman padi rintak, hingga umur 45 HST, keragaan tanaman terbaik ditunjukkan oleh aplikasi kombinasi kayu apu kompos (15 t/ha) dengan pemupukan berdasarkan DSS (265 + 64 + 60).

Hasil penelitian super-impose komponen teknologi pengelolaan air, varietas dan pengendalian OPT tanaman cabai adalah (1) semua perlakuan memperlihatkan pengaruh yang relatif sama terhadap pertumbuhan tanaman, (2) semua perlakuan memperlihatkan trend dan intensitas serangan yang hampir sama, (3) perlakuan dengan mulsa 20 kg/m2 memperlihatkan serangan antraknose yang lebih tinggi.  (Anna Hairani, SP, MP, Ph.D)

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN

Statistik Website

Hari Ini : 855
Kemarin : 899
Minggu Ini : 855
Bulan Ini : 17053
Total : 163283

  • Alamat IP Anda : 3.238.249.157

Sedang Online :

13
Online

Agro
Institusi Litbang