JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kalangkala (Litsea anqulata BL) buah eksotik lokal Kalimantan Selatan

Indonesia merupakan negera yang kaya dengan berbagai macam plasma nutfah baik flora maupun faunanya dan dikenal dengan istilah negara megadiversiti. Salah satu pulau terbesar di Indonesia adalah Kalimantan, di pulau ini tersimpan kekayaan keragaman plasma nufah buah buahan lokal diantaranya kelompok mengeifera, durio, nephelium, artocharpus dan lain lain. Pada umumnya buah buahan lokal tersebut belum tersentuh oleh petani, mereka hanya mengambil hasil dari alam, hanya sebagian kecil saja yang mereka budidayakan, terutama yang bernilai ekonomis tinggi, padahal banyak potensi potensi buah lokal yang belum tergali secara penuh.

Akibat ketidak pedulian terhadap keberadaan plasma nutfah lokal, sekarang ini banyak yang hanya tinggal kenangan dan mengenal hanya lewat cerita dari orang orang terdahulu, dan bagaimana nantinya dengan anak cucu kita nanti?. Keberadaan plasma nutfah juga menjadi perhatian dunia,lewat Perhimpunan Perlindungan Alam dan sumberdaya alam Internasional. Menurut perhimpunan tersebut, sekarang ini terdapat 7 (tujuh) katagori kelangkaan dari tumbuh-tumbuhan yaitu :

  1. Tidak jelas atau kabur
  2. Terpulih, yaitu yang telah dapat diselamatkan dari bahaya erosi genetik.
  3. Diragukan yang belum jelas keadaannya.
  4. Tersisih atau jarang, yaitu sukar ditemukan karena daerah penyebarannya sempit (spesifik)
  5. Rawan, yaitu yang terus berkurang populasinya
  6. Genting, yaitu yaitu tingkatan yang lebih kritis dari rawan
  7. Punah, yaitu sudah tidak ada lagi.

Salah satu buah lokal Kalimantan yang belum tersentuh teknologi adalah buah kalangkala (Litsea anqulata BL), buah kalangkala merupakan buah musiman yang hanya ditemui setahun sekalipada waktu tertentu, bersama-sama dengan buah musiman lainnya. Selama ini petani mengambil buahnya dari tanaman yang tumbuh liar tanpa membudidayakannya.

Klasifikasi tanaman kalang kala.

 

  • Kingdom  : Plante
  • Divisio    : Spermatophyta
  • Sub-divisio : Angiosprmae
  • Klas      : Dicotyledoneae
  • Ordo      : Laurales
  • Famili     : Lauraceae
  • Genus     : Litsea
  • Species    : Litsea anqulata BL

 

Morfologi

Kalangkala tergolong tanaman tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), percabangan dan ranting tidak terlalu rapat, dengan jarak agak jarang.Tinggi dapat mencapai 10-20 meter, dengan diameter batang mencapai 25-50 cm. Warna kulit batang coklat muda bercampur keabu-abuan. Daun tunggal, berbentuk lonjong memanjang, pertulangan menyirip, panjang berkisar antara 12-51 cm dengan lebar 6-21 cm. Bunga tumbuh pada ranting, berwarna putih kehijauan dengan diameter 15 mm. Dalam satu tangkai terdapat 1 – 6 buah. Ketika masih muda, buahnya tertutup kelopak tangkai buah. Seiring membesarnya buah maka kelopak tangkai buah terbukadan hanya menutup bagian yang ada disekitar tangkai. Buah berbentuk bulat dapat mencapai 2,5 – 4,5 cm, buah muda berwarna hijau muda dan berubah warna menjadi merah muda atau merah jika telah tua. Daging buah bertekstur lunak, berwarna putih. Biji berkeping dua, bentuk budar, warna coklat muda.

Keragaman kalangkala.

Di Kalimantan Selatan di kenal beberapa kelompok kalangkala. Parapetani mengelompokan buah kalangkala berdasarkan bentuk buahnya, diantaranya :

No

Kelompok

Keterangan

1.

Kalangkala halus

Buah dan biji tergolong kecil, warna buah masak merah cerah

2

Kalangkala padi

Buah dan biji tergolong sedang, warna buah masak merah muda

3

Kalangkala papan

Buah dan biji tergolong besar, warna buah masak merah muda

Pemanfaatan tanaman kalangkala

A. Sebagai lauk makan.

Tanaman kalangkala yang dikonsumsi adalah buahnya yang matang. Bauh kalangkasa dikonsumsi sebagai pelengkap nasi. Penyajian cukup mudah, buah kalangkala di lepas dari kelopak tangkai buah, dicuci bersih dan direndam dengan air hangat selama kurang lebih 5-6 jam, ditaburi garam dan siap disajikan.

Kandungan nilai gizi pada buah kalangkala tidak kalah dibanding dengan buah buah lainnya. Analisis proksimat pada daging buah dan tepung dari biji kalangkala di sajikan pada tabel berikut ini,

Kandungan

Daging buah

Tepung biji

Kadar air (% bb).

74,99

9,59

Kadar lemak (% bb)

1,67

36,72

Kadar Protein (% bb)

8,40

16,80

Kadar serat kasar (% bb)

10,57

14,94

Kadar abu (% bb)

0,82

3,46

Kadar Karbohidrat (% bb)

2,16

27,27

Kadar Vitamin C (mg/100 g)

102,00

87,64


Komposisi asam lemak pada daging buah dan biji kalangkala sebagai berikut,

Kandungan

Daging buah

Tepung biji

Asam kaprat (C10:0)

13.229

78.668

Asam mirastat (C14:0)

10.228

6.758

Asam miristoleat ( 14:1)

32.205

139.753

Asam palmitat ( C16:0)

48.181

14.991

Asam lignoserat ( C 24; 0)

97.574

61.713

 

B. Sebagai obat tradisional.

Bagian dari tanaman kalangkala yang dijadikan sebagai obat adalah bijinya. Biji yang di haluskan(diparut) dapat menghilangkan bekas luka.

Buah kalangkala mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dipasar-pasar tradisional Kalimantan Selatan, harga berkisar antara Rp. 100,-- sampai dengan Rp. 500,- per biji, tergantung jenis atau besar kecilnya. Salah satu kekurangan dari buah kalangkala adalah tidak dapat disimpan lama.

(Ir. Muhammad Saleh, MP, saleh_duransyah@yahoo.co.id)