JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Keragaan Teknologi Pengelolaan Lahan dan Tanaman Terpadu di Lahan Pasang Surut Kalimantan Selatan

(Suryanto Saragih Dan M. Alwi)

Penelitian dilaksanakan pada lahan pasang surut di Desa Karang lndah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala pada MH. 2003/2004, dengan luasan 30 ha. Komponen utama adalah penerapan sistem tata air satu arah, pengolahan tanah konservasi, pemberian kapur 1 t/ha, penggunaan padi varietas Margasari, dan sistem tanam legowo. Penerapan teknologi PLTT memberikan keragaan pertumbuhan yang lebih baik dibanding pertanaman di luar wilayah PLTT.

Terlihat bahwa jumlah anakan lebih banyak, keragaan Iebih baik dan pertumbuhan tanaman lebih seragam. Hal tersebut disebabkan oleh pengelolaan tanah yang Iebih baik sehingga agihan dalam petak sawah hara lebih merata. Pengolahan tanah dengan traktor pada saat kondisi berair akan lebih memudahkan perataan (leveling), dampaknya akan lebih baik karena dengan begitu distribusi air akan lebih merata.

Penerapan sistem tata air searah yang dilengkapi dengan sistem tata air mikro dengan cara membuat saluran cacing, ternyata dapat diterima oleh petani. Pembuatannya cukup sederhana, yaitu pada beberapa hari setelah leveling, dibuat saluran sedalam satu cangkul, dengan jarak antar saluran 9 m. Pembuatan saluran ini akan sekaligus membentuk balur-balur untuk pertanaman dengan sistem legowo.

Sistem tanam legowo mi semula ditolak oleh petani, sehingga pelaksanaannya hanya pada petani koperator saja. Tetapi setelah mengetahui kelebihannya yaitu pengelolaan lebih mudah, hasil tidak menurun justru cnderung lebih baik, maka pada musim berikutnya banyak petani anggota yang menyatakan akan ikut sistem tanam legowo.

Keragaan pertanaman padi varietas Margasari sangat bagus, kondisi ini telah menarik minat petani di sekitar wilayah pengkajian PLTT, terbukti dengan banyaknya yang usul agar kegiatan ini dapat diperluas. Varietas Margasari mempunyai bentuk dan ukuran gabah serta rasa nasi pera.

Hasil analisis kelayakan financial menunjukkan bahwa penerapan teknologi PLTT memberikan keuntungan lebih tinggi dibanding dengan teknologi non PLTT dengan nilai keuntungan Rp. 2.906.687 untuk penerapan teknologi PLTT dan Rp. 1.547.900,- untuk teknologi non PLTT. Demikian juga dengan nilai efisiensi usahatani, usahatani dengan teknologi PLTT lebih efisien dibanding dengan usahatani non PLTT yang dinyatakan dengan RJC yang Iebih besar, masing-masing 2.00 untuk penerapan teknologi PLTT dan 1.71 untuk penerapan teknologi non PLTT.

ISBN : 970-8253-54-X
Keragaan Teknologi Pengelolaan Lahan dan Tanaman Terpadu (PLTT) di Lahan Pasang Surut (Buku-1) 2004