Senin, 14 Jun 2021

Usaha Tani di Lahan Rawa Analisis Ekonomi dan Aplikasinya

Potensi lahan rawa cukup luas mencapai 34,9 juta ha. Seluas 14,99 juta ha dapat digunakan pertanian, diai sesuai untuk sawah padi 3,43 juta ha rawa pasang surut. 8,88 juta ha rawa lebak. dan 2,68 juta ha pada rawa gambut; Sementara tanaman sesuai tanaman dan tanaman yang sesuai pada rawa gambut mesing-maeing 3,17 juta ha dan 1,82 juta hektar.

Pembukaan lahan untuk pertanian khusus di Kalimantan Selatan pada tahun 1910 sebagai lahan bukaan baru yang dirintis oleh suku Banjar dan Bugis. Sejak tahun 1970-an dilakukan reklamasi oleh pemerintah dalam skala besar mencapai 1,18 juta ha yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Pemanfaatan lahan rawa untuk tanaman pangan dan perkebunan sejak 1920 hingga sekarang meluas dipacu dengan melibatkan masyarakat transmigran.

Kunci Pengelolaan lahan rawa adalah pengelolaan lahan, udara, dan tanaman. Pengelolaan lahan, yaitu sistem surjan, sistem sawah, dan dukungan, sedangkan pengelolaan udara melalui teknologi sistem pengaturan mikro satu arah dan sistem tabat serta sistem polder. Mengelola tanaman dengan menggunakan sistem usaha tani berbasis tanaman pangan dan berbasis persaingan unggulan. Usaha tani di lahan terdiri dari kegiatan yang dilakukan petani perorangan atau berkelompok dengan menggunakan sumber daya lahan, tenaga kerja, modal, dan manajemen untuk memperoleh hasil sebesar-besamya. Unsur usaha taniakup lahan. tenaga kerja. modal, dan manajemen.

Manajemen usaha tani di bidang permintaan tiga syarat, yaitu: 1) inovasi teknologi, 2) manajemen sepenuhnya berkelompok, dan 3) penyuluhan pertanian. Transfer teknologi hasil penelitian dan pengkajian dilakukan melalui berbagai kegiatan diseminasi teknologi dalam rangka akselerasi adopsi teknologi oleh pengguna. Beberapa teknologi oleh beberapa karakteristik teknologi seperti: teknologi harus dapat menyediakan relatif lebih dari teknologi petani, tingkat kesederhanaan. observabllitas, triabilitas, dan kompatibilitasnya (sesuai kebiasaan / budaya) pengguna teknologi. Berharap suatu teknologi yang akan dikembangkan harus dievaluasi kelayakan teknis dan nilai penilaiannya. Alasan teknologi dapat diterima tepat guna jika memenuhi kriteria: (1) secara teknis mudah dilakukan,

Teknologi inovatif untuk lahan rawa sudah banyak dihasilkan, tetapi belum banyak yang diadopsi. Hal ini karena petani belum melihat Manfaat dan Manfaat langsung dari inovasi yang diintroduksikan. Mempelajari pengetahuan tentang tani dan menganalisisnya untuk petugas di lapangan telah menginspirasi penulis untuk menyiapkan buku ini. Buku Usaha Tani di Lahan Rawa ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi penyuluh, mahasiswa. Atau peneliti untuk memperbaiki usaha tani di lahan rawa dan cara menganalisisnya.

 

Unduh

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN

Statistik Website

Hari Ini : 912
Kemarin : 899
Minggu Ini : 912
Bulan Ini : 17110
Total : 163340

  • Alamat IP Anda : 3.238.249.157

Sedang Online :

10
Online

Agro
Institusi Litbang