Rabu, 05 Oktober 2022

Agroekologi Rawa

Istilah Agmekologi muncul sekitar tahun 1980an, sebagai upaya untuk memadukan antara kegiatan pertanian dengan lingkungannya. Pembangunan berkelanjutan digagas sebagai respons keprihatin atas laporan Komisi Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun 1987 yang menyatakan semakin buruknya lingkungan hidup di negara maju (Eropa dan Amerika Serikat) serta yang sedang berkembang (Asia dan Afrika) di pemukaan bumi ini. Pembangunan berkelanjutan di "pembcmgunan yang memenuhi kebutuhan sekarang, tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka". 

Pesan dari buku Agmekologi Rawa ini adalah untuk memberikan gambaran dan makna caxa-cara mengelola pertanian di lahan rawa yang menyeimbangkan antara kepentingan produksi pertanian / perkebunan, termasuk pertanian atau pertanian dengan kepentingan pembangunan, tidak berdampak negatif atau berbahaya Misalnya, pengelolaan lahan yang diperuntukan bagi perkebunan hanya disarankan untuk ketebalan gambut <3 m dan bagi tanaman pangan yang didukung hanya pada ketebalan gambut <1 m, kemudian memiliki lapisan pirit pada ketinggian> 50 cm dan 'permukaan tanah, dan tidak tersedia di atas lapisan pasir kuarsa, termasuk daerah intrusi air laut yang kuat.

 

Unduh

Facebook TwitterGoogle BookmarksLinkedin

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

Statistik Website

Hari Ini: 1309
Kemarin: 1910
Minggu ini: 5219
Bulan Ini: 8066
Total: 322357

Visitor Info

  • IP: 3.235.65.220

Sedang Online

15
Online

05-10-2022
KAN
Agro
Institusi Litbang