Senin, 14 Jun 2021

Gulma Pasang Surut Keragaman, Dominasi, Pengendalian, Pengelolaan, dan Pemanfaatannya

 

Gulma rawa pasang surut sangat beragam, sekitar 181 jenis ditemukan yang terdiri atas 125 genera dalam 51 famili, antara lain 110 jenis gulma dari golongan berdaun lebar, 41 jenis dari golongan berdaun sempit, dan 31 jenis dari golongan teki. Gulma Eleocharis dulcis dan Eleocharis retnonaxa merupakan jenis dominan dan digunakan sebagai penciri lahan sulfat masam. Suksesi jenis gulma di lahan rawa pasang surut berlangsung karena perubahan lingkungan tumbuh terutama pH tanah disebabkan pengelolaan lahan dan penerapan teknologi budidaya. Gulma menurunkan hasil padi sampai 72,4% apabila pertumbuhannya tidak dikendalikan.

Pengendalian gulma dengan cara kimia menggunakan herbisida 2,4-D merupakan cara yang paling efektif, sedangkan pada pertanaman padi sistem benih sebar langsung herbisida metsuifuron metyl 20% yang aplikasinya 3-5 hari sebelum tanam sangat efektif. Manfaat gulma, diantaranya adalah sebagai bahan organik, sumber unsur hara, sebagai biofnlter menyerap besi dan sulfat untuk memperbaiki kualitas air serta tempat berassosiasinya serangga. Gulma juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan tangan (home industry) untuk menambah pendapatan masyarakat. Sekolah Lapangan-Pengendalian Gulma Terpadu (SL-PGT) perlu diprogramkan secara terstruktur dan didanai agar pertumbuhan gulma lebih terkendali dan penurunan hasil padi akibat gulma dapat ditekan. 

 

 

Download

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN

Statistik Website

Hari Ini : 821
Kemarin : 899
Minggu Ini : 821
Bulan Ini : 17019
Total : 163249

  • Alamat IP Anda : 3.238.249.157

Sedang Online :

20
Online

Agro
Institusi Litbang