Senin, 14 Jun 2021

Buku Pedoman Pengelolaan Lahan Sulfat Masam untuk Pertanian Berkelanjutan

 

Penyusutan lahan subur terutama di Pulau Jawa akibat beralih fungsi untuk pemukiman penduduk. kawasan industri, dan pembangunan ekonomi non pertanian tainnya telah mendorong pemanfaatan lahan sulfat masam sebagai lahan supoptimal. Dengan demikian, lahan sulfat masam makin penting perannya dalam mendukung peningkatan produksl pertanian nasional melalui intensitikasi, ekstensmkasi dengan pengembangan infrastrukturnya. Dari 20,15 juta ha lahan rawa pasang surut terdapat sekitar 8,77 juta ha (26%) lahan sulfat masam, termasuk diantaranya seluas 2,07 Juta ha yang tenutupi endapan sungai dan gambut tipis.

Tanaman yang umum dibudidayakan selain tanaman padi sebagai komoditas utama,juga palawija dan hortikuItUra serta tanaman tahunan. Tanaman palawija yang potensial dikembangkan adalah jagung dan kedelai. Tanaman hortikuitura yang potensial dikembangkan diantahwa'tabat, tomat, kacang panjang, terung, nanas, pepaya, dan rambutan. Adapun tanaman perkebunan yang dapat dikembangkan pada lahan sulfat masam antara £in kelapa, kelapa sawit, kopi, dan karet. Keberhasilan pengelolaan lahan sulfat masam untuk pertanian sangat bergantung pada pengelolaan air dan hara sesuai kebutuhan tanaman secara berkelanjutan. Tata niaga komoditas yang di kembangkan, perlu perbaikan kearah yang lebih. menguntungkan petani. Ketersediaan pasar di daerah setempat berperan penting dalam mendukung pengembangan lahan sulfat masam karena memudahkan petani dalam transaksi produk yang mereka hasilkan.

Buku Pedoman gmum Pengelolaan Lahan Sulfat Masam untuk Pertanian . Berkelanjutan ini Biharapkan dapat menjadi acuan untuk membantu memahami tentang lahan sulfat masam dan arah pengembangan pertaniannya yang lebih baik. Komitmen" dan keterpaduan kerja antar pihak terkait pada masing-masing pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian, Dinas PU, instansi sektoral lainnya seperti Balai Rawa, Balai Wilayah Sungai, termasuk perguruan tinggi serta pemangku kebijakan lainnya (perusahaan, lembaga ”swadaya, lembaga adat) merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan Lahan”sulfat masam lumbung pangan masa depan. Pemberdayaan dan partisipasi petani dalam perencanaan, pelaksanaan. pembinaan serta pengawasan perlu mendapatkan tempat dalam kegiatan secara langsung sehingga tercapai tujuan pengembanganlahan sulfat masam yang berketanjutan.

 

Download

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN

Statistik Website

Hari Ini : 791
Kemarin : 899
Minggu Ini : 791
Bulan Ini : 16989
Total : 163219

  • Alamat IP Anda : 3.238.249.157

Sedang Online :

10
Online

Agro
Institusi Litbang