Rabu, 05 Oktober 2022

Mengelola Sawah Rawa Pasang Surut Bukaan Baru

Sawah rawa pasang surut merupakan salah satu tipe tata lahan rawa untuk budi daya tanaman pertanian berbasis padi. Sawah rawa ini merupakan sentra produksi beras terutama di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Di lapangan, produktivitas padi beragam yang ditentukan oleh kondisi hidrologi, karakteristik tanah, kondisi sosial ekonomi, dan jenis varietas padi yang ditanam. Sebelumnya, sawah ini adalah daerah rawa pasang surut yang ditutupi rumput hingga hutan rawa. Pencetakan sawah diawali dengan reklamasi daerah tersebut dengan pembuatan sistem jaringan saluran draenase primer, saluran sekunder, dan saluran tersier, beserta pintu-pintu air. Sistem jaringan dan pintu air ini mampu mengatur tata air makro dan tata air mikro sehingga tanaman mampu tumbuh secara optimal. Namun, di beberapa tempat sawah ini tidak ditanami padi lagi oleh para petani tetapi ditinggalkan dan dibiarkan tidak diolah hingga puluhan tahun. Pembiaran ini menyebabkan terjadinya suksesi vegetasi secara alami. Sawah mula-mula ditumbuhi aneka rumput, kemudian semak belukar hingga hutan galam yang rapat. Sawah yang lama tidak diolah ini kemudian disebut lahan bongkor, yang memerlukan pendekatan khusus jika akan ditanami padi kembali. Sawah rawa pasang surut yang bongkor mengalami kerusakan infrastruktur tata air dan degradasi tanah baik aspek fisik tanah, kimia tanah, biologi tanah, hingga kesuburan tanah. Upaya penanaman padi kembali memerlukan pembersihan lahan (land clearing), perbaikan tata air makro dan mikro serta penerapan teknologi pertanian spesifik lokasi untuk menghindari kegagalan produksi. Selain itu, kegiatan pendampingan terhadap para petani dan pengawalan teknologi diperlukan untuk memastikan teknologi tersebut dilaksanakan dengan tepat di lapangan.

Buku Mengelola Sawah Rawa Pasang Surut Bukaan Baru ini memaparkan teknologi adaptif spesifik lokasi yang mana telah terbukti berhasil dalam mengelola sawah rawa pasang surut bukaan baru, yang sebelumnya bongkor selama 12 tahun. Implementasi teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas padi rawa hingga 6 ton GKP per hektar. Buku ini menyediakan acuan dan benchmark keragaan pengelolaan sawah rawa pasang surut yang akan bermanfaat bagi para pemangku kebijakan, petani, penyuluh, peneliti, akademisi, mahasiswa, dan pemerhati pertanian lahan rawa. Buku ini tidak akan terwujud tanpa kerja keras dan kontribusi pemikiran, data dan pengalaman para penulis kontributor. Mereka adalah para peneliti dan praktisi dengan pengalaman mengelola sawah rawa lebih dari 25 tahun. Karena itu, apresiasi dan penghargaan disampaikan kepada mereka. Terima kasih juga disampaikan kepada Bu Lusi dan Tim UB Press atas kesabaran dan kerjasamanya dalam proses penyuntingan buku ini hingga seperti sekarang ini. Semoga karya ini bermanfaat bagi semua pihak dan berkontribusi dalam memajukan pertanian lahan rawa di tanah air tercinta.

Attachments:
FileDescriptionFile sizeCreated
Download this file (Mengelola Sawah Rawa Pasang Surut - protected.pdf)Mengelola Sawah Rawa Pasang Surut Bukaan Baru 6159 kB2022-02-16 08:45
Facebook TwitterGoogle BookmarksLinkedin

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

Statistik Website

Hari Ini: 1401
Kemarin: 1910
Minggu ini: 5311
Bulan Ini: 8158
Total: 322449

Visitor Info

  • IP: 3.235.65.220

Sedang Online

19
Online

05-10-2022
KAN
Agro
Institusi Litbang