Rabu, 05 Oktober 2022

Pertanian Rawa Pasang Surut Sulfat Masam

Buku ini memusatkan perhatian pada lahan sulfat masam (acid sulphate soils) yang sebagian besar tersebar di lahan rawa pasang surut dan sebagian kecil di lahan rawa lebak. Lahan sulfat masam mempunyai sifat dan ciri yang spesifik sehingga pengelolaannya memerlukan kehatihatian. Kaidah-kaidah ilmu dan pengetahuan serta inovasi teknologi pertanian yang bersifat spesifik di lahan rawa sulfat masam yang akan dikemukakan secara rinci. Pemerintah telah mencanangkan pengembangan lahan rawa sebagai pusat produksi tanaman pangan yang disebut food estate di lahan rawa Kalimantan Tengah. Pengalaman dalam pengembangan lahan rawa telah tercatat sejak tahun 1956, yaitu dibangunnya sistem anjir (kanal) yang menghubungkan dua sungai besar, kemudian pada tahun 1969-1985 dibukanya lahan rawa untuk transmigrasi melalui Proyek P4S yang menginisiasi sistem reklamasi garpu di Kalimantan dan sistem reklamasi sisir di Sumatera umumnya. Kemudian pembukaan lahan rawa melalui Proyek PLG (Pembukan Lahan Gambut) Sejuta Hektar di Kalimantan Tengah tahun 1995-1999. Berbagai program juga pernah dilaksanakan antara lain Program OPLA (Optimalisasi Lahan) pada tahun 2016-2017, Program SERASI (Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani) pada tahun 2018-2019, dan sekarang food estate yang direncanakan selain di Kalimanan Tengah, juga di Sumatera dan Papua dari tahun 2020-2023.

Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi tentang berbagai hal terkait dengan pertanian di lahan sulfat masam yang diharapkan mendukung keberhasilan food estate di atas. Menjadikan rawa sebagai sumber daya lahan yang produktif memerlukan teknologi pengelolaan yang tepat. Meskipun potensi lahan rawa cukup luas, tetapi produktivitas yang dicapai sekarang masih rendah (rata-rata 2,5-3,0 t GKG/ha), termasuk implementasi teknologi atau adopsi petani masih rendah sehingga diperlukan perbaikan penyuluhan atau diseminasi hasil penelitian untuk mendorong pengembangan lahan rawa lebih progres dalam menciptakan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Buku ini terdiri dari 13 bab utama meliputi pendahuluan, kemudian dilanjutkan tentang aspek tanah, hidrologi, iklim, mikroba tanah, fauna tanah, keanekaragaman tumbuhan, budi daya tanaman (pangan, hortikultura, dan perkebunan), pola tanam, sistem usaha tani dan kelembagaan dan/atau korporasi petani. Buku ini patut dan layak dibaca oleh peneliti, penyuluh, pengamat, pemerhati, termasuk sivitas akademika dan pembuat kebijakan sebagai referensi tentang pengelolaan lahan dan budi daya pertanian di lahan rawa sulfat masam. Diucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat, terutama para penyumbang tulisan yang di tengah kesibukannya menyempatkan waktu dan tenaga untuk memenuhi tersusun buku ini. Semoga buku ini bermanfaat untuk pengembangan pertanian lahan
rawa dan dapat mendukung pembangunan pertanian yang lebih luas.

Attachments:
FileDescriptionFile sizeCreated
Download this file (Pertanian Rawa 8 Feb 2022.pdf)Pertanian Rawa Pasang Surut Sulfat Masam 14930 kB2022-02-16 08:49
Facebook TwitterGoogle BookmarksLinkedin

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Whatsapp : 081251206759
Email : balittra@pertanian.go.id

Statistik Website

Hari Ini: 1503
Kemarin: 1910
Minggu ini: 5413
Bulan Ini: 8260
Total: 322551

Visitor Info

  • IP: 3.235.65.220

Sedang Online

23
Online

05-10-2022
KAN
Agro
Institusi Litbang