Rabu, 03 Maret 2021

Pembentukan Dan Karakteristik Gambut Tropika Indonesia

Pembentukan Dan Karakteristik Gambut Tropika Indonesia
1 MUHAMMAD NOOR, 2 MASGANTI, 3 FAHMUDDIN AGUS


1 Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, JL. Kebun Karet, Loktabat Utara, Banjarbaru 70712. Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
2 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, JL. Kaharudin Nasution No. 341, PO Box 1020, Pekanbaru
3 Balai Penelitian Tanah, JL. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Pertanian Cimanggu, Bogor 16114


Gambut tropika terbentuk melalui proses paludifikasi dari bahan biomassa tumbuhan yang mati. Dominasi yang kuat dari bahan organik sebagai penyusunnya mengakibatkan karakteristik tanah gambut berbeda dengan tanah mineral sehingga pengelolaannya untuk pertanian bersifat spesifik dan perlu kehati-hatian. Pembentukan tanah gambut memerlukan waktu ribuan tahun melalui proses yang sangat beragam antara satu tempat dengan tempat lainnya. Pembentukan gambut di Indonesia diperkirakan terjadi sejak 6.800-4.200 tahun silam. Laju pembentukan gambut bervariasi antara 0.05 mm per tahun sampai dengan 0.50 mm per tahun pada kondisi hutan primer. Apabila hutan sudah dibuka dan lahan didrainase maka penyusutan (subsidence) gambut terjadi sangat cepat disebabkan dekomposisi dan pemadatan, jauh melebihi laju pembentukannya. Karakteristik spesifik dari tanah gambut yang membedakan dengan tanah mineral umumnya, antara lain: (1) mudah mengalami kering tak balik (irreversible drying), (2) mudah ambles (subsidence), (3) rendahnya berat isi dan daya dukung (bearing capacity) lahan terhadap tekanan, (4) tingginya kemampuan menyimpan air, (5) tingginya kandungan bahan organik dan karbon, (6) rendahnya kandungan hara dan kesuburannya, dan (7) rendahnya pH. Oleh karena itu pemanfaatan gambut untuk pertanian secara umum lebih problematik" dibanding tanah mineral, karena memerlukan input yang lebih banyak dan model pengelolaan air yang lebih kompleks serta adanya kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan.

PENDAHULUAN

Tanah gambut tropika terbentuk melalui proses paludifikasi yaitu penebalan gambut karena tumpukan bahan organik dalam keadaan tergenang air. Bahan utama gambut tropika adalah biomassa tumbuhan, terutama pohon-pohonan. Karena bahan dan proses pembentukan yang khas, maka sifat tanah gambut sangat berbeda dari sifat tanah mineral. Gambut yang tebal (dalam) dominan dibentuk oleh bahan organik, sedangkan gambut dangkal (tipis) dibentuk oleh bahan organik bercampur tanah mineral, terutama liat.

"Lahan Gambut: Pembentukan, Karakteristik, dan Potensi Mendukung Ketahanan Pangan @2014"

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Jl. Kebun Karet, Loktabat Utara
PO BOX 31, Banjarbaru 70712
Kalimantan Selatan

Telp/Fax : (0511) 4772534, 4773034
Email : balittra@pertanian.go.id

KAN

Statistik Website

Hari Ini : 1466
Kemarin : 1428
Minggu Ini : 4230
Bulan Ini : 4230
Total : 23920

  • Alamat IP Anda : 3.239.192.241

Sedang Online :

13
Online

Agro
Institusi Litbang