JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BUDIDAYA TANAMAN LIDAH BUAYA

BUDIDAYA TANAMAN LIDAH BUAYA

 

Pendahuluan.

Tanaman lidah buaya sudah lama dikenal oleh masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat. Tanaman tergolong herba dengan ketinggian dapat mencapai 1,0 meter. Daun berbentuk garis, menyempit keujung, berdaging seperti lender. Tanaman lidah buaya seperti tanaman sukulen lainnya, cukup toleran terhadap kekeringan kekeringan. Tanaman lidah buaya ini mempunyai banyak fungsi, diantaranya sebagai bahan makanan, bahan obat, sebagai tanaman hias dalam pot, maupun sebagai tanaman pelengkap taman. Pada lahan gambut, di Kalimantan Barat, seperti daerah Kubu Raya, tanaman lidah buaya sudah di budidayakan secara komersial.

 

Budidaya tanaman lidah buaya.

 a. Persiapan lahan.

Lahan dibersihkan dari runput dan tanaman yang ada. Kemudian dilakukan pencangkulan, sampai tanah menjadi struktur gembur. Tanah yang gembur ini akan menjadikan aerasi dan draenasi tanah lebih baik, sehingga tanaman dapat menyerap unsur hara dengan lancar dan ini akan menjadikan tanaman subur. Buat saluran keliling, dimana saluran ini berfungsi sebagai pembuangan air, kalau hujan.

 

b. Pembibitan.

Tanaman lidah buaya ditanam dari anakannya. Anak lidah buaya dipisahkan dari induknya, kemudian bisa ditanam langsung atau di bibitkan/didederkan dulu.

Cara pembibitan : 

- Siapkan polybag kecil

- Polybag diisi dengan media tanah dan pupuk kandang 1 : 1

- Tanamkan bibit lidah buaya, satu tanaman tiap satu polybag

- Setelah tanaman berumur 3 minggu, bisa langsung ditanam di lapangan.

 

 c. Penanaman

Penanaman dilakukan sebaiknya pada pagi hari. Jarak tanam yang digunakan adalah dalam barisan 0,8 atau 1,0 m, sedang antar barisan tanaman 1,0 atau 1,5m. Pada lubang tanam di tanam satu bibit. 

 

 d. Pemupukan.

Agar pertumbuhan tanaman Pupk dasar yang digunakan adalah 200 kg urea, 100 kg SP36 dan 50 Kg KCl per hektar.

 

 e. Panen

Tanaman lidah buaya yang dipanen adalah daunnya. Sebagai bahan makanan kwalitas dari daun lidah yang diperhatikan :

- Ketebalan daging daun pada pangkal minimal 1,5 cm.

- Lebar pangkal daun minimal 8 cm.

- Daun masih segar.

 

 Penggunaan lidah buaya.

 a. Tanaman Lidah buaya sebagai penyubur rambut.

Masyarakat Kalimntan Selatan, mengenal tanaman lidah buaya sebagai penyubur rambut secara tradisional, dan tanaman hias yang ditanam pada pot atau taman. Penggunaan lidah buaya sebagai penyubur rambut sebagai berikut :

- Ambil daun lidah buaya bagian bawah

- Buang kulit luar daun yang keras dengan cara dikupas

- Daging buah yang berupa lender, dihaluskan dan dicapur dengan air.

- Air hasil olahan tersebut di sapukan merata ke seluruh bagian kepala, dibiarkan beberapa saat, kemudian rambut dicuci ( kramas).

Secara praktis, beberapa perusahaan besar, sudah mengemas dalam bentuk Shampo dengan bahan lidah buaya.

 

 b. Lidah buaya sebagai bahan makanan

Kemajuan teknologi sekarang, penggunaan lidah buaya beralih sebagai makanan. Di Kalimantan Barat, lidah buaya di kemas dalam bentuk manisan lidah buaya (Nata de Aloe ), sebagai campuran minuman segar. Bahkan sekarang ini, manisan lidah buaya merupakan minuman khas Kalimantan Barat, yang dapat ditemui dimana mana. Ditaman “Khatulistiwa” disajikan dalam bentus es lidah buaya yang segar, dengan harga Rp. 10.000,-/gelas, lumayan murah. Pemanfaatan lain dari lidah buaya ini sebagai teh yang dibuat dari kulit luar daun yang keras, informasi penjualnya teh lidah buaya ini berfungsi juga sebagai kesehatan tubuh. Selain itu di Kalimantan Barat juga ditemui bebrapa produk dari lidah buaya diantaranya kerupuk, dodol, coklat lidah buaya, koe Nastar dan sabun. Para petani di Kalimantan Barat, menanam lidah buaya pada agroekostem gambut, seperti di daerah Kubu Raya, Kalau datang ke Kalimantan Barat, jangan lupa mencicipi makanan berbahan Lidah buaya dan membawanya sebagai buah tangan. Tentu teman yang dikasih jadi senang. (Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )

 

 

 

KENIKIR TANAMAN SERBAGUNA YANG ADAPTIF DI LAHAN RAWA.

KENIKIR TANAMAN SERBAGUNA YANG ADAPTIF DI LAHAN RAWA

 

 

 

Tanaman Kenikir mempunyai penyebaran yang luas, baik didataran tinggi, maupun didataran rendah. Petani di lahan rawa, baik rawa pasang surut maupun lebak, pada umumnya mereka menanam kenikir pada lahan pekarangan maupun lahan dibagian belakang rumah. Kenikir merupakan tanaman semusim, berupa perdu, batang tidak berkayu, pertumbuhan tegak. Daun majemuk, dengan duduk daun berhadapan dan berseling, ujung daun meruncing dengan tepi rata, dengan warna hijau. Bunga majemuk, bertangkai panjang. Biji kecil,keras, berwarna hitam seperti jarum.

Macam macam jenis kenikir.

Tanaman kenikir yang bersal dari Balai Penelitian Tanaman Hias, ada beberapa variasi. Variasi didasarkan warna dengan warna bunganya, yaitu merah muda, kuning dan jingga. Kenikir dengan bunga berwarna kuning dan jingga, memunyai bunga yang lebih besar disbanding yang merah muda.

Manfaat tanaman kenikir.

Tanaman kenikir mempunyai beberapa manfaat diantaranya :

1.      Sebagai tanaman sayuran. Daun tanaman kemangi dapat digunakan sebagai sayuran baik sebagai lalapan yang dimakan mentah, maupun sebagai campuran pecal yang sudah direbus,dengan rasa dan aroma yang khas. Daun kenikir mengandung antioksidan yang berguna bagi kesehatan tubuh.

2.      Sebagai tanaman refogea. Bunga kenikir yang berwarna cerah, khususnya kuning dan jingga, menarik bagi serangga musuh alami sehingga musih alami berdatangan dan berkembang disana, yang dapat menekan berkembangnya hama dan penyakit tanaman.

3.       Sebagai tanaman hias yang ditanam di tanam taman kota atau di taman taman halaman rumah.

Penanaman.

Kenikir di tanaman melalui biji. Biji bisa langsung ditanam di lahan, atau disemai pada polybag, setelah berumur 21 hari, bibit siap dipindah kehalaman. Tanaman kenikir tidak tahan terhadap genangan, sehingga penanaman pada lahan rawa dilaksanakan pada lahan lahan tinggi yang tidak tergenang. Pemeliharaan yang dilakukan adalah penyiraman kalau tidak turun hujan.(Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )