JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pembibitan Unik Tanaman Horti Dari Lahan Rawa Lebak Dalam

Pembibitan Unik Tanaman Horti Dari Lahan Rawa Lebak Dalam

 

Lahan rawa lebak sangat potensial untuk pertanian. Selain tanaman padi, tanaman hortikultura juga banyak diusahakan oleh para petani di lahan rawa lebak. Berbagai jenis tanaman hortikultura yang sudah berkembang di petani, adalah tanaman sayuran dan buah (cabe, terong, tomat, semangka, mentimun dan labu putih), tanaman kacang kacangan (kacang tunggak), ubi ubian (ubi alabio dan ubi nagara),dan tanaman jagung (jagung manis dan jagung lokal kima). Untuk tanaman sayuran yang dikonsumsi buahnya seperti cabe, terong dan tomat, petani lebak memiliki sistem persemaian yang unik.

 

Persemaian unik ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, biji tanaman disemai dalam bak bak persemaian . Tahap kedua, setelah semaianan berumur 15-20 hari, bibit dicabut dan dimasukkan kedalam kepalan-kepalan tanah dengan ukuran sebesar buah kemiri. Kepala tanah yang sudah ada tanamannya disusun kembali ke dalam bak persemaian. Persemaian petani lebak tidak menggunakan polybag kecil layaknya yang digunakan oleh petani di lahan kering. Media semai yang digunakan, bukan berasal dari lahan rawa disekitarnya, tetapi dari tanah sisa limbah pengolahan karet yang ada di kecamayan Haruyan Hulu Sungai Tengah. Menurut petani tanah limbah ini lebih subur, tidak terlalu gembur dan tidak terlalu liat, sehingga mudah untuk dibentuk kepalan-kepalan untuk pemindahan bibit kedua. Sedangkan menurut para penyuluh pertanian, suburnya tanah dari sisa limbah pengolahan karet, karena pada proses pengolahannya menggunakan pupuk yang mengandung P2O5 (TSP ataupun SP36). Pemeliharaan bibit yang petani lakukan sambil menunggu pembeli, hanyalah menjaga kembaban tanah pada kepalan-kepalan bibit, dengan melakukan penyiraman jika tidak turun hujan.

 

Sentral wilayah persemaian, yang menjual tanaman dalam bentuk bibit terpusat di Desa Muneng, Kecamatan Daha Selatan. Dari desa ini bibit didistribusikan ke wilayah lainnya seperti ke Daha Utara, Babirik, Alabio, serta kota Kandangan. Harga bibit dijual berdasarkan jenis dan varietas, dengan kisaran harga Rp. 600,- sampai Rp. 800,-/tanaman. Bagi yang memerlukan bibit horti, silahkan ke lahan rawa lebak dalam Desa Muning di wilayah Nagara, dijamin memuaskan. (Muhammad Saleh dan Nurita)

 

 

Media Tanam sisa limbah pengolahan karet (kiri), kepalan kepalan tanah dengan bibit yang siap tanam kelahan (kanan)

 

 

Peletakan bak bak persemaian dengan sistem rak bertingkat (kiri), Berbagai jenis bibit horti yang siap menunggu pembeli (kanan)

 

 

BUDIDAYA BUNCIS DI LAHAN RAWA LEBAK

BUDIDAYA BUNCIS DI LAHAN RAWA LEBAK

 

 

Buncis merupakan tanaman sayuran.Kandungan gizi pada buncis cukup tinggi dan bervariasi,diantaranya : berbagai macam vitamin seperti vitamin C, K, A, B1, B2, B3, B6, B11, dan berbagai mineral seperti mangan, molibdeum, magnesium, kalium, besi, posfor, kalsium dan tembaga. Tanaman ini tumbuh merambat, bunga berbentuk kupu kupu dan buah berbentuk polong.Buah muda buncis dapat dikonsumsidalam berbagaibentuk olahan makanan seperti acar kuning, sup dan capcay.

 

Pada lahan rawa lebak dangkal,pada musim kemarau buncis dapat ditanam secara hamparan, pada musim kemarau. Sedangkan di lahan rawa lebak tengahan, dapat ditanam pada galangan (sistem surjan). Buncis ditanam dengan biji. Berbagai benih unggul buncis sudah dapat dibeli di kios kios pertanian. Salah satu varietas unggul buncis yang disukai petani adalah varietas lebat dan lokal Pontianak.

 

Budidaya buncis dimulai dengan membersihkan lahandari gulma, kemudian dengan caradikoakdi buat lubang tanam.Lubang tanam dibuat dengan jarak antar barisan 75 cm, dan jarak tanam dalam barisan 40 cm.Pupuk kandang diberikan pada lubang tanam dengan dosis 2,0 t/ha, denganwaktu pemberian sehari sebelum penanaman.Benih ditanam sebanyak 1 biji/lubang tanam.Pupuk buatan berupa pupuk N, P dan K diberikan pada saat tanam dengan takaran 50 kg Urea, 100 kg SP36 dan 100 kg KCl per hektar.Penyulaman tanaman yang mati/tidak tumbuhdi lakukan seminggu setelah tanam.

 

Setelah tanaman tumbuh dan batang mulai memanjang sekitar 15-20 hari setelah tanam,diberi turus dari bambu atau dahan tanaman yang berfungsi sebagai lanjaran.Buncis dipanen secara bertahap.Pada umur 1,5 – 2,0 bulan, tanaman buncis sudah bisa dipanen dalam bentuk polong muda. Panen dapat dilakukan setiap 3 hari sekali.Hasil polong muda dapat mencapai 5,0 ton/hektar. Selamat mencoba. (Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )