JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Serai Wangi

SERAI WANGI ADAPTIF DI LAHAN RAWA

 

 

 

Serai wangi (Cymbopogon nardus) merupakan tanaman rempah dengan aromanya yang lebih wangi  dibanding serai biasa karena daunnya mengandung minyak atsiri.  Pada iklim tropis tanaman ini berkembang dengan baik.  Di Indonesia berkembang dua jenis serai wangi yaitu jenis Mahapengiri dan Lenabatu.  Mahapengiri merupakan plasma nutfah asli Indonesia, sedangkan Lenabatu introduksi dari Srilangka. Dalam perdagangan dunia, minyak serai wangi Mahapengiri disebut Java cironella oil's yang mutu dan karakteristik minyaknya lebih baik dibanding serai wangi dari negara-negara lain, sehingga masyarakat Eropa lebih menyukainya. Manfaat lainya adalah sebagai bumbu dapur dan makanan ternak.

 

Determinasi tanaman serai wangi

Serai wangi tumbuh berumpun, merupakan gabungan dari beberapa bonggol (puluhan  bonggol).  Setiap bonggol terdiri dari 2-6 tunas. Mempunyai jenis akar serabut yang banyak. Daun berbentuk memanjang, dengan panjang 1 meter, lebar 1-2 cm, berwarna hijau muda hingga hijau kebiru-biruan, bila diremas tercium aroma tajam khas serai wangi.  Batang berwarna hijau dan merah keunguan. Tanaman ini tidak tahan terhadap genangan, sehingga pada lahan rawa pasang surut ditanam di atas surjan

 

Budidaya serai wangi

Persiapan bibit

- Bibit berasal dari tanaman yang sehat, umurnya minimal 1 tahun

- Pilih bonggol yang cukup besar, setidaknya satu bonggol berisi  4-6 tunas

- Pisahkan bonggol dari rumpunnya secara hati-hati

- Potong sebagian akar yang panjang dengan menggunakan gunting

- Potong daun bagian atas

 

Pengolahan tanah

- Galangan atau lahan yang tidak tergenang, dibersihkan dan diolah sampai gembur

- Lubang tanam: dalam 30 cm,diameter 30 cm

- Keperluan bibit 45 ribu-50 ribu/hektar

- Dosis pupuk kandang 0,25 kg/lubang

- Penanaman 2 bibit/lubang dengan jarak tanam 100 x 50 cm dilakukan pada musim hujan, waktu tanam sore atau pagi hari

- Timbun bibit dengan bekas galian lubang, lalu tekan merata ke sekeliling tanaman

 

Pemeliharaan tanaman

- Penyulaman, dilakukan setiap tanaman pada umur 15 hst

- Penyiangan, 4 bulan sekali

- Pembumbunan dilakukan pada tanaman yang perakarannya muncul ke atas permukaan tanah

- Pupuk urea dan KCl diberikan setiap 3-4 bulan sekali,dengan takaran 100 kg/hektar

 

Panen

Panen pertama berumur 12 bulan, kemudian dilakukan  setiap 4 bulan sekali dengan cara memangkas daun tanaman, yang jaraknya 3-5 cm dari pangkal daun. Panen dilakukaan pada saat pagi atau sore hari untuk mencegah penguapan hasil.Ciri-ciri fisik tanaman siap panen:

- Tiap tunas tanaman memiliki 6-8 lembar daun yang sudah tua

- Daun berwarna hijau  tua

- Bila daun diremas mengeluarkan bau wangi yang sangat kuat

- Kedudukan daun lentur

- Jika bagian bawah daun ditekut dengan pelan, akan terlihat titik- titik minyak keluar dari pori-pori daun

 

Produk dari serai wangi

Pengolahan minyak serai wangi dengan proses penyulingan,  hasilnya berupa minyak wangi, obat kosmetik dan desinfektan. Selain itu minyak serai wangi mengandung lilin yang berfungsi sebagai bahan pengkilat pada industri semir, sabun dan bahan pembuatan isolat.  (Isri Hayati - Balittra)