JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Peran Bahan Organik Di Lahan Rawa Pasang Surut

Peran Bahan Organik Di Lahan Rawa Pasang Surut

 

 

 

Sumber bahan organik dapat berasal dari  kotoran hewan, sisa tanaman, sampah kota, dan limbah industri. Di lahan pasang surut,  sumber utama bahan organik berasal dari sisa tanaman dan gulma purun tikus (Eleocharis dulcis).  Jerami padi yang merupakan sisa panen dan gulma purun tikus efektif sebagai bahan amelioran. 

 

Bahan organik dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah memegang air, meningkatkan pori-pori tanah, dan memperbaiki media perkembangan mikroba tanah. Begitu pentingnya bahan organik terkait dengan kandungan unsur hara dalam bahan organik sehingga pemerintah selalu menghimbau agar menggunakan bahan organik berupa jerami sebagai pupuk dan tidak membakarnya.  Berdasarkan hasil penelitian, hasil panen padi sebanyak 5 ton gabah kering/ha kehilangan unsur hara sebanyak 20 kg S, 150 kg N, 20 kg P dan 150 kg K. Di lahan pasang surut, hasil panen padi 3,0-3,5 ton gabah/ha akan menghasilkan 4,5-5,0 ton jerami. Rata-rata unsur hara yang terkandung dalam jerami tersebut sebanyak 5,6% Si, 0,4% N, 0,02% P dan 1,4% K. Hal ini sangat luar biasa, karena dengan hanya menggunakan jerami maka kebutuhan pupuk sudah tercukupi.

 

Waktu pemberian bahan organik yang tepat perlu mendapat perhatian, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Bahan organik dapat diberikan pada 7-10 hari sebelum tanam apabila telah menjadi kompos, tetapi untuk bahan organik segar sebaiknya diberikan pada saat penyiapan lahan agar pada saat tanam, jerami sudah matang (Gambar 1). Bahan organik yang diberikan pada saat tanam akan terjadi persaingan hara antara tanaman dan mikroorganisme perombak, sehingga tanaman menjadi kuning. Bahan organik kompos dapat diberikan diantara tanaman dalam barisan pada saat fase pembentukan anakan.  (Wahida Annisa dan Zainudin - Balittra)