JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BUDIDAYA BUNCIS DI LAHAN RAWA LEBAK

BUDIDAYA BUNCIS DI LAHAN RAWA LEBAK

 

 

Buncis merupakan tanaman sayuran.Kandungan gizi pada buncis cukup tinggi dan bervariasi,diantaranya : berbagai macam vitamin seperti vitamin C, K, A, B1, B2, B3, B6, B11, dan berbagai mineral seperti mangan, molibdeum, magnesium, kalium, besi, posfor, kalsium dan tembaga. Tanaman ini tumbuh merambat, bunga berbentuk kupu kupu dan buah berbentuk polong.Buah muda buncis dapat dikonsumsidalam berbagaibentuk olahan makanan seperti acar kuning, sup dan capcay.

 

Pada lahan rawa lebak dangkal,pada musim kemarau buncis dapat ditanam secara hamparan, pada musim kemarau. Sedangkan di lahan rawa lebak tengahan, dapat ditanam pada galangan (sistem surjan). Buncis ditanam dengan biji. Berbagai benih unggul buncis sudah dapat dibeli di kios kios pertanian. Salah satu varietas unggul buncis yang disukai petani adalah varietas lebat dan lokal Pontianak.

 

Budidaya buncis dimulai dengan membersihkan lahandari gulma, kemudian dengan caradikoakdi buat lubang tanam.Lubang tanam dibuat dengan jarak antar barisan 75 cm, dan jarak tanam dalam barisan 40 cm.Pupuk kandang diberikan pada lubang tanam dengan dosis 2,0 t/ha, denganwaktu pemberian sehari sebelum penanaman.Benih ditanam sebanyak 1 biji/lubang tanam.Pupuk buatan berupa pupuk N, P dan K diberikan pada saat tanam dengan takaran 50 kg Urea, 100 kg SP36 dan 100 kg KCl per hektar.Penyulaman tanaman yang mati/tidak tumbuhdi lakukan seminggu setelah tanam.

 

Setelah tanaman tumbuh dan batang mulai memanjang sekitar 15-20 hari setelah tanam,diberi turus dari bambu atau dahan tanaman yang berfungsi sebagai lanjaran.Buncis dipanen secara bertahap.Pada umur 1,5 – 2,0 bulan, tanaman buncis sudah bisa dipanen dalam bentuk polong muda. Panen dapat dilakukan setiap 3 hari sekali.Hasil polong muda dapat mencapai 5,0 ton/hektar. Selamat mencoba. (Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )