JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pacar Cina Sebagai Pestisida

Pacar Cina Sebagai Pestisida

 

 

Nama daerah : Culan (Sunda); Pacar Cina (Jawa), termasuk kedalam famili Meliaceae. Pacar cina merupakan tanaman perdu dengan tinggi 2 - 5 m, berakar tunggang, dan dapat tumbuh hampir di semua ketinggian tempat. Daun majemuk, anak daun berjumlah 3 - 5 helai per tangkai, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3–6 cm, dan lebar 1-3,5 cm. Bunga berwarna kuning kehijauan. Buah berbentuk bulat, kecil, berbulu, dan berwarna merah kehitaman. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan cangkokan atau biji. Bagian tumbuhan yang di gunakan: daun, kulit batang, biji, ranting, dan bunga. Senyawa kimia yang bertindak sebagai biopestisida adalah rokaglamida dan 10 jenis turunannya. Senyawa ini terbukti selain efektif sebagai racun perut juga memiliki sifat sebagai racun kontak dan dapat menghambat proses makan serangga. Dari ekstrak daun telah diisolasi 4 turunan rokaglamida. Bunganya mengandung 6 senyawa, demikian juga rantingnya mengandung 6 turunan rokaglamida. Beberapa senyawa lainnya seperti turunan benzopyran, aminopirolidin odorin, dan odorinol, syringaresinol dan beberapa turunan flavonoid telah berhasil di isolasi, namun senyawa-senyawa ini tidak aktif (Nugroho, 1999). OPT sasaran: hama ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.)

 

Dari bahan tanaman segar, ekstrak serbuk ranting paling aktif kemudian berturut-turut diikuti oleh ekstrak serat ranting, daun muda, daun tua, dan terakhir ekstrak bunga. Ekstrak serbuk dan serat ranting segar serta ekstrak daun muda segar pada konsentrasi serendah 0,25 % mampu mengakibatkan kematian larva Crocidolomis binotalis atau hama krop kubis sampai 100 %. Ekstrak bahan segar mengandung bahan aktif lebih banyak dibandingkan bahan kering, sehingga pengaruhnya lebih nyata dibanding ekstrak bahan kering. Pengeringan bahan tanaman selama 2 minggu mengakibatkan penurunan aktivitas ekstrak. Untuk bahan kering, urutan keefektifan ekstrak dari yang paling baik adalah : ekstrak serbuk ranting, serat ranting, bunga, daun tua dan daun muda. Kematian larva uji akibat perlakuan ekstrak bahan kering kelima bagian tanaman pada konsentrasi 0,25 % berturut-turut 98,3 %, 30 %, 23,3 % dan 17,3 %. Dari hasil pengujian menggunakan ranting, (dengan diameter 2 - 5 mm) pada tujuh taraf konsentrasi diperoleh nilai LC 50 dan LC 95 terhadap larva instar II masing-masing 0,04 % dan 0,10 %. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ekstrak ranting memiliki aktivitas insektisida yang tinggi. Ekstrak ranting juga mengakibatkan penghambatan perkembangan pada larva (Prijono, 1999). (Syaiful Asikin)