JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BIOFILTER EFEKTIF TURUNKAN LOGAM BERAT TANAH SULFAT MASAM

BIOFILTER EFEKTIF TURUNKAN LOGAM BERAT TANAH SULFAT MASAM

 

 

Tuhan Maha Adil. Dalam setiap permasalahan selalu ada solusinya. Begitu pula yang terjadi pada tanah sulfat masam. Tanah sulfat masam banyak terdapat  pada kawasan rawa pasang surut. Adanya senyawa besi yang disebut pirit (FeS2) yang cukup banyak dalam lapisan tanahnya merupakan ciri khas tanah tersebut dan saat musim kemarau tiba, disitulah permasalahan muncul.

 

Tanah sulfat masam telah banyak dimanfaatkan untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, seperti budidaya padi, jagung, kedelai, jeruk dan sawit. Budidaya tanaman-tanaman tersebut ditunjang dengan dibuatnya saluran irigasi/drainase, berupa saluran sekunder, tersier, kuarter. Penataan lahan dengan pembuatan tanggul, tukungan atau surjan dilakukan agar bisa ditanami jeruk dan sawit. Selain itu, permukaan tanahnya pun diolah dengan traktor agar permukaan lahan relatif rata sehingga memudahkan dalam penanaman dan pengaturan air.

 

 

Kesemua tindakan diatas dapat  menyebabkan pirit yang ada dalam lapisan tanah tersebut terangkat keatas (teroksidasi) sehingga menghasilkan asam, terutama pada musim kemarau. Kadar asam yang tinggi melarutkan berbagai logam berat yang ada dalam tanah seperti Al, Fe, Ni, Co, Cu, Zn, Pb, dan As, Hg dan Cd, bila tercuci dan larut ke saluran akan mencemari badan perairan. Air yang sangat masam tersebut menyebabkan butir butir liat dalam air menggumpal (terkoagulasi) dan jatuh ke dasar saluran sehingga air di kawasan tanah sulfat masam terlihat bening dan saluran cepat dangkal, umumnya memiliki pH pada kisaran 3-4. Akibat tingginya kelarutan logam berat Alumunium dan Besi (Al dan Fe) menyebabkan tanaman padi keracunan, sedangkan kadar asam tinggi menyebabkan air terlihat bening dengan pH yang rendah.

 

 

Disinilah kuasa Tuhan terlihat. Lahan yang sangat masam ini ditumbuhi berbagai gulma rawa yang bersifat sebagai penyaring alami (Biofilter), seperti purun tikus (Eleocharis dulcis) dan bulu babi (Eleocharis retroflaxa). Kedua tanaman ini memiliki kemampuan untuk menyerap logam berat yang ada didalam tanah dan menangkap ion yang berkeliaran dalam air. Ion logam berat diserap oleh akar dan disimpan pada bagian akar dan batang gulma tersebut, sedangkan ion logam berat yang larut menempel pada biofilter tersebut. Kenapa ion logam berat bisa menempel? Ternyata pada batang gulma tersebut banyak pula menempel mikroba penghasil gel (larutan koloid setengah padat) dan adanya gel tersebut menyebabkan permukaan gulma yang terendam seperti memiliki lem sehingga ion logam berat yang larut mengenai batang gulma akan menempel. Ion besi yang menempel pada batang gulma dan teroksidasi menjadi besi oksida yang berwarna merah pada batang gulma. Tidak cukup sampai disini saja, gulma yang banyak mengandung logam berat tersebut masih bisa dimanfaatkan dengan cara dikomposkan dan kemudian diaplikasikan pada lahan gambut yang sering mengalami kekurangan kandungan logam berat. Dari alam kembali ke alam. Itulah hukum keseimbangan. Salam hijau lestari. (Oleh Dr. Ir. Khairil Anwar, MS. Editor : Vika Mayasari, ST)