JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penataan saluran drainase untuk tanaman jagung di kawasan PLG

 

 Penataan saluran drainase untuk tanaman jagung di kawasan PLG

  

Lahan kawasan PLG memiliki karakteristik lahan dan tata air yang spesifik, karena itu membutuhkan teknologi spesifik lokasi. Pengembangan tanaman palawija, khususnya jagung di lahan rawa pasang surut memerlukan penataan saluran drainase pada sistem drainase dangkal intensif (Noor dan Saragih, 1997). Saluran drainase diperlukan untuk mengalirkan kelebihan air pada saat hujan berupa aliran permukaan maupun menjaga agar tanah  tidak terlalu basah akibat luapan ataupun resapan pasang. Pembuatan saluran drainase umumnya secara manual dengan cangkul atau sundakHasil penelitian Balittra (2007) menunjukkan jarak antar saluran drainase menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah biji per baris dan berat biji ubinan (Tabel 1 dan 2), keragaan tanaman jagung di kawasan PLG ditunjukkan pada Gambar 1.  Jarak antar saluran drainase  (lebar bedengan) yang terbaik untuk tanaman jagung di lahan bergambut adalah 3 m dengan kedalaman saluran 20 cm

Tabel 1.  Pengaruh kedalaman dan jarak antar saluran drainase terhadap jumlah biji per baris tanaman jagung 

di lahan bergambut Lamunti, Kab. Kapuas, MH 2006/07.

 

Jarak Antar Saluran

(m)

Kedalaman Saluran (cm)

Rata-rata

10

20

30

------- biji/baris ------

3

29,5

29,8

31,8

30,4 b

6

29,3

29,3

29,7

29,4 ab

9

29,1

28,1

29,5

28,9 ab

12

28,9

28,5

28,7

28,7 a

Rata-rata

29,2

28,9

29,9

 

 Angka sekolom yang diikuti huruf sama tidak berbeda nyata dengan DMRT 5%

 

Tabel  2.  Pengaruh kedalaman dan jarak antar saluran drainase terhadap berat  biji

             tanaman jagung  di lahan bergambut Lamunti, Kab. Kapuas, MH 2006/07.

Jarak Antar Saluran

(m)

Kedalaman Saluran (cm)

Rata-rata

10

20

30

------------- ton pilihan kering/ha --------

3

4,14

4,23

4,03

4,13 b

6

3,89

4,15

3,97

4,00 ab

9

3,85

3,94

3,89

3,89 ab

12

3,84

3,71

3,67

3,74 a

Rata-rata

3,93

4,01

3,89

 

 

         Angka sekolom yang diikuti huruf sama tidak berbeda nyata dengan DMRT 5%

 

 

 

  

 Gambar 1. keragaan tanaman jagung di kawasan PLG

 

Tanaman jagung membutuhkan aerasi yang lebih baik, sebagai implikasinya dilakukan pembuatan bedengan dengan lebar 3 m dengan kedalaman saluran 20 cmapabila terlalu dalam dapat mengakibatkan terjadinya drainase berlebihan dan gambut mudah menjadi kering. Dalam pengendalian air pada petakan diperlukan dengan pengaturan air di saluran tersier dengan memasang pintu-pintu air pengendali (tabat), khususnya pada musim kemarau (Gambar 2).(Ani Susilawati) 

 

 

 Gambar 2.  Pintu tabat pada saluran tersier