TUMPANGSARI TANAMAN PEPAYA DAN SEMANGKA

TUMPANGSARI TANAMAN  PEPAYA DAN SEMANGKA PADA LAHAN RAWA LEBAK DANGKAL

  

Pepaya merupakan tanaman buah yang tergolong monokotil, dimana pertumbuhnnya tanpa cabang, memanjang keatas, dengan mahkota daun yang tidak ribun. Sifat pertumbuhan pepaya yang demikian menjadikan tanaman pepaya sangat ideal untuk ditanami dengan jenis tanaman lain diantara barisan tanamannya atau dikenal dengan nama tumpangsari. Salah satu penanaman sistem tumpangsari yang ditampilkan pada Pekan Pertanian Lahan Rawa ke II (PPRN II) adalah tumpangsari antara tanaman pepaya dan semangka.

Keuntungan penanaman tumpangsari pepaya dan semangka.

1. Pepaya merupakan tanaman tahun yang mulai panen pada bulan ke 6, sedangkan semangka merupakan tanaman semusim yang dapat di panen pada bulan ke 2, sehingga pepaya masih fase vegetatif, kita sudah bisa panen semangka.

2. Pepaya merupakan tanaman monokotil dengan sistem perakaran tunjang, sehingga dapat mengambil unsur hara yang ada dibagian bawah dalam tanah, sedangkan semangka tergolong tanaman dikotil dengan sistem perakaran serabut, yang mengambil hara pada lapisan atas (lapisan olah tanah).

3. Pertumbuhan pepaya memanjang keatas, sedangkan semangka menjalar dan menyebar dipermukaan tanah, sehingga tidak terdapat persaingan dalam hal sinar matahari.

4. Sifat tanaman pepaya yang tinggi dan tanaman semangka yang menjalar, menjadikan trobulinsi udara, sehingga kedua tanaman tidak bersaing dalam hal pengambilan udara bebas di alam.

5. Sifat tumbuh semangka yang menjalar dan menutupi permukaan tanah menjadikan gulma pada tanaman pepaya berkurang. 

Pepaya dan semangka merupakan tanaman yang tidak tahan terhadap genangan, karenan itu penanaman kedua tanaman tersebut pada lahan rawa lebak dilaksanakan pada musim kemarau sedangkan pada lahan rawa psang surut di tanaman dengan sistem surjan.

Pengolahan lahan.

Lahan dibersihkan dari gulma, kemudian tanah dicangkul sampai gembor dan permukaan tanah diratakan. Dibuat bedengan lebar 1,5 meter dengan panjang 50 meter atau sesuai lahan yang kita miliki. Antar bedengan dibuat parit dengan lebar 30-50 cm, agar air tidak tergenang.

Bahan tanaman.

Bahan tanaman pepaya dan semangka yang ditanam merupakan bibit, hasil semaian biji dalam polybag. Penanaman dilapangan dengan cara mengeluarkan tanaman dari polybag dengan cara hati hati, agar tanah tidak pecah atau berhamburan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebelum tanaman dikeluarkan polybag disiram dulu. Pepaya dan semangka di tanam pada bedengan tersebut, dengan jarak tanam pepaya 5 m, dan diantara pepaya ditanami semangka dengan jarak tanam 1 meter. Kapur diberikan 7-15 hari sebelum tanam dengan cara ditabur merata pada bedengan. Pupuk kandang diberikan sebanyak 15 ton/ha dengan cara di koak pada lubang tanam, sehari sebelum tanam. Penanaman dapat dilakukan secara bersamaan.

Pemberian pupuk buatan berupa NPK dengan dosis 250 kg/ha, yang diberikan pada saat tanam, dengan cara dilarik disekitar tanaman dan di larutkan dalam air dan disiramkan(dikocorkan) pada bagian akar tanaman, dengan selang 10-15 hari sekali. Pemeliharaan tanaman yang perlu diperhatikan adalah pengendalian gulma. Karena keberadaan gulma yang tidak terkendali dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil tanaman. Untuk mengurangi penyiangan gulma, dapat digunakan Mulsa. Selain itu pengendalian hama dan penyakit tanaman juga perlu diperhatikan. Setelah 2 sampai 2,5 bulan kita sudah bisa menikmati semangkan, dan setelah 6 bulan kita menikmati pepaya hasil kerja kubun kita. Selamat mencoba...(Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )