JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

REFUGIA,

REFUGIA

Pengendali Alami Organisme Pengganggu Tanaman

 

  

 

Pengendalian hama dengan memanfaatkan musuh alaminya, baik yang tergolong predator, parasitoid, maupun pathogen adalah cara yang telah disediakan alam dan sudah dikenal beribu tahun yang lalu.Pengendalian hama secara kimia dengan menyemprotkan pestisida pada seluruh bagian tanaman, tidak dapat memilah mana yang hama, mana yang musuh alami, dan juga memutus kehidupan  musuh alaminya.  Sebagai contoh, sekarang ini kita sudah jarang menemukan capung, laba-laba dan lebah di persawahan.

 

Salah satu upaya untuk melakukan konservasi serangga musuh alami dapat dilakukan dengan penanaman tanaman refugia.  Tanaman refugia ini berfungsi sebagai mikro habitat (lingkungan kecil) penyedia sumber makanan atau sumber nectar dan tempat berlindung bagi serangga  musuh alami.  Melalui perkembangan musuh alami di harapkan dapat menekan populasi hama yang merugikan tanaman.

 

Tanaman yang dipilih untuk refugia adalah tanaman yang berbunga, dengan warna mahkota bunga yang mencolok dan mempunyai warna yang diminati oleh serangga musuh alami.  Beberapa jenis bunga yang berpotensi sebagai refugiantara lain adalah: bunga matahari, kenikir, kembang kertas, jengger ayam, dan marigol.  Jenis  gulma tertentu dengan mahkota yang mencolok juga dapat berfungsi sebagai refugia. Penanaman refugia dapat dilakukan di galangan sawah atau pada tepi areal pertanaman.   Keuntungan lain dari penanaman refugia ini adalah memberikan nilai estetika pada lahan usaha tani.  Lahan pertanian menjadi  indah dan berpotensi untuk agrowisata serta wahana swafoto (selfi)(Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )

BUDIDAYA KACANG HIJAU (Vigna radiate L.)

 

BUDIDAYA KACANG HIJAU (Vigna radiate L.)

DI RAWA LEBAK DANGKAL PADA MUSIM KEMARAU

 

Tanaman kacang hijau sudah lama dikenal oleh masyarakat Kalimantan Selatan, demikian juga oleh petani di lahan rawa.  Pada umumnya kacang hijau dikonsumsi sebagai penganan seperti bubur kacang hijau, selain digunakan untuk bahan pembuatan kecambah. 

Kacang hijau merupakan salah satu sumber protein, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh manusia.  Tiap 100 gram biji kacang hijau mengandung 345 kalori, 24 gram protein, 1,3 gram lemak dan 56,7 gram  karbohidrat. Tanaman ini dapat ditanam pada lahan rawa lebak dangkal dan lahan rawa lebak tengahan pada saat musim kemarau yang ditanam secara hamparan. Dari segi agronomis dan ekonomis, kacang hijau memiliki kelebihan seperti tahan terhadap kekeringan, dapat dipanen pada umur 55 – 60 hari, dan dapat ditanam pada tanah yang kurang subur dengan budidaya yang mudah serta memiliki harga jual yang tinggi dan stabil.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, melalui para peneliti Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian telah menghasilkan beberapa macam varietas unggul,  diantaranya seperti pada Tabel 1.

 Tabel 1.  Varietas unggul Kacang Hijau

Deskripsi

Vima 2

Vima 3

Vima 4

Vima 5

Potensi hasil (t/ha)

2,44

2,11

2,32

2,34

Rata- rata hasil (t/ha)

1,8

1,8

1,91

1,84

Umur panen (hari)

56

60

56

56

Kategori umur

Genjah

Genjah

Genjah

Genjah

Warna biji

Hijau mengkilat

Hijau kusam

Hijau mengkilat

Hijau kusam

Bobot 100 biji (g)

6,6

5,9

6,62

6,67

Kategori ukuran biji

Besar

Besar

Besar

Besar

Ketahanan terhadap hama penyakit dan sifat lain

Toleran hama thrips dan penyakit tular tanah

Toleran terhadap tular tanah dan sesuai untuk kecambah

Agak tahan hama thrips dan penyakit embun tepung

Agak tahan hama thrips dan penyakit embunt epung

Sumber : Badan Litbang Pertanian  (2016)

Teknik budidaya kacang hijau di lahan rawa lebak agar panen melimpah adalah: (1) menggunakan varietas unggul bersertifikat, (2) pemberian kapur dosis 1,0 t/a pada lahan yang masam, (3) tanam dengan cara tugal dengan jarak tanam 40 x 15 cm dan 2 biji per luban, (4) pemupukan dengan dosis 100 kg urea, 125 kg SP36 dan 100 kg KCl per hektar pada saat tanam.dengan cara dilarik disisi lubang tanam di sepanjang barisan tanaman, (5) pemeliharaan tanaman berupa penyiangan saat tanaman berumur 15-21 hari setelah tanam (HST) atau sebelum berbunga dan pada umur 30-40 HST, (6) panen dilakukan pada saat polong sudah keras dan berwarna coklat atau hitam yang dilakukan secara bertahap, karena pembungaan yang tidak serentak, (7) setelah panen, polong dijemur selama 2-3 hari hingga kulit polong mudah terbuka, (8) pembijian dilakukan dengan cara dipukul di dalam kantong plastik atau kain untuk menghindari kehilangan hasil. Hasil pengujian lima varietas unggul kacang hijau di lahan rawa lebak dangkal KP. Banjarbaru, tahun 2017 disajikan pada Tabel 2.(Rusmila Agustina dan Pansyah)

Tabel 2. Hasil (t/ha) lima varietas unggul kacang hijau 

Varietas

Jumlahbiji/polong

(biji)

Bobot 100 biji

(g)

Hasil/hektar

(t)

Sriti

12,92

6,18

1,57

Vima

12,20

6,53

1,36

Murai

10,84

5,55

1,42

Nuri

11,68

5,68

1,01

Betet

12,36

6,20

1,36

 

Tanaman kacang hijau di  rawa lebak dangkal, MK. 2007 (a) dan polong

 kacang hijau muda (berwarna hijau) dan polong tua (berwarna hitam) (b)