JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

UBI ALABIO MAKANAN ALTERNATIF YANG KAYA MANFAAT

 

UBI ALABIO MAKANAN ALTERNATIF YANG KAYA MANFAAT

 

 

 

Siapa sangka Ubi Alabio yang dulu dianggap makanan ‘kampung’ ternyata kini dianggap sebagai makanan alternatif yang kaya manfaat.  Masyarakat awam mengenalnya dengan sebutan ubi kelapa (Dioscorea alata L). Ubi Alabio merupakan tanaman perdu merambat hingga mencapai 3-10 m, memiliki bentuk bulat dan bercabang serta berwarna Ungu atau Putih.  Ubi Alabio ini merupakan bahan pangan sumber energi yang menakjubkan.

 

Masih rendahnya pemanfaatan Ubi Alabio ini kebanyakan disebabkan kebiasaan masyarakat kita dalam mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok sumber karbohidrat, disamping terigu dalam bentuk roti, biskuit ataupun mi.  Petani di lahan rawa lebak, memanfaatkan ubi Alabio sebagai bahan makanan sampingan dan bahan makanan pokok pengganti nasi  hanya pada saat panceklik yakni dengan mengolah Ubi Alabio menjadi sawut yang dikonsumsi sebagai makanan pokok pengganti nasi.  Sawut ubi Alabio merupakan produk yang setengah jadi berbentuk serpihan kering dengan kadar air sekitar 10 % dan tahan di simpan.  Berdasarkan hasil uji preferensi konsumen ubi Alabio warna ungu lebih disukai (75-80 %) daripada warna putih (20-25%), karena ubi ungu lebih manis daripada ubi putih.  Warna yang cantik yaitu Ungu pada Ubi Alabio ini ternyata tidak hanya dapat menggugah selera makan, tetapi menunjukkan adanya kandungan antosianin yang tinggi dan baik bagi kesehatan tubuh.  Warna merupakan bagian yang sangat penting karena warna ungu menjadi indikasi jumlah antosianin dalam ubi.  Semakin ungu warna umbinya, maka kandungan antosianinnya semakin tinggi.

 

Soyoung Lim, peneliti dari Universitas Negara Bagian Kansas, Amerika Serikat, menuturkan bahwa pigmen warna dalam ubi ungu mengandung antosianin, yang dapat menurunkan risiko kanker dan bahkan memperlambat beberapa jenis penyakit.  Prof. Dr. Ahmad Sulaeman, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor mengatakan jika seseorang makan satu ubi rebus maka kebutuhan vitamin A orang tersebut sudah terpenuhi.   Selain itu ubi ungu juga memiliki nilai indeks glikemik yang rendah sehingga cocok untuk penderita diabetes atau orang yang sedang diet karena bisa menahan lapar lebih lama. Kandungan vitamin C dalam ubi juga cukup tinggi dan jenis proteinnya termasuk yang mudah dicerna sehingga daya serapnya tinggi. Ubi juga mengandung prebiotik, yaitu oligosakarida yang penting sebagai makanan bagi kuman baik yang ada di dalam tubuh, tambahnya.

 

Selain kandungan antosianin, ubi alabio ungu juga memiliki kandungan beta-karoten yang dapat menjadi penunjang kesehatan tubuh. Seperti halnya antosianin, beta-karoten juga memiliki efek antioksidan saat dikonsumsi. Beta-karoten juga memiliki fungsi untuk menjaga kekebalan tubuh yang baik untuk dimiliki anak-anak yang rentan terhadap infeksi, seperti ISPA dan diare. 

 

 

 Komponen

Ubi Alabio Putih

Ubi Alabio Ungu

Air (%)

77,55

83,16

PATI

11,30

11,07

Protein (%)

2,71

1,57

Serat Kasar (%)

1,36

1,44

Total Gula (%)

2,80

4,48

 

karena itulah, masyarakat perlu untuk mulai mempertimbangkan menjadikan ubi alabio ungu sebagai variasi makanan pokok selain nasi. Pasalnya, di samping kaya akan antosianin dan beta-karoten, ubi alabio ungu juga memiliki indeks glikemik yang rendah, tinggi serat, dan bersifat nongluten. "Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, maka semakin lengkap zat gizi yang diperoleh tubuh." (Ir. Hendri Sosiawan, CESA dan Ir. Muhammad Saleh, MP)

Tumbuhan Sirih Hutan Sebagai Pestisida

Tumbuhan Sirih Hutan Sebagai Pestisida

 

  

 

Tumbuhan sebagai obat-obatan tradisional merupakan tumbuhan yang diketahui dan dipercaya masyarakat, mempunyai khasiat obat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional.

 

Obat tradisional Indonesia merupakan warisan budaya bangsa sehingga perlu dilestarikan, diteliti dan dikembangkan.Daun sirih hutan (Piper aduncum L.) telah dikenal oleh masyarakat dan mempunyai khasiat dalam penyembuhan luka, menghentikan muntah, mengurangi mual, melancarkan pencernaan, sebagai antiseptik, membunuh bakteri dan jamur serta virus. Penelitian Dewi et al. 2014 menunjukkan pemberian ekstrak daun sirih merah dengan dosis 50 mg/kgBB dan 100 mg/kg BB menyebabkan penurunan kadar gula darah pada tikus Wistar yang diinduksi dengan aloksan.  Berdasarkan informasi diatas, penulis mersa tertarik untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirih hutan (Piper aduncumL.) berefek terhadap kadar gula darah pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan.  Ekstrak tanaman sirih hutan dapat digunakan sebagai pestisida dalam mengendalikan hama ulat grayak dengan mortalitas sekisar 65-82,%(Syaiful Asikin, asikin_balittra@yahoo.co.id)