JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Dua Jenis Gulma sebagai Pestisida Nabati terhadap Ulat Krop Kubis

Dua Jenis Gulma sebagai Pestisida Nabati terhadap Ulat Krop Kubis

(Crocidolomia pavartata)

 

Hama krop kubis merupakan salah satu hama penting pada pertanaman sayuran sawi di lahan rawa pasang surut. Stadium yang paling merusak adalah pada fase instar 2 dan 3. Adapun tingkat serangan hama ini berkisar antara 70-80% dan bahkan dapat menyebabkan gagal panen pada lokasi yang tidak dikendalikan. Dalam mengendalikan hama ini biasanya selalu bermitra dengan bahan nkimia beracun atau yang disebut dengan pestisida kimiawi. Untuk mengurangi terjadinya dapak negatif dari penggunaan bahan beracun tersebut maka perlu dicari alternatif pengendalian dengan memanfaatkan bahan tanaman atau yang disebut dengan pestisida nabati. Pestisida nabati berasal dari bahan tanaman yang cepat terdegredasi, cepat menguap, murah dan mudah di aplikasikan, tetapi hanya saja penggunaannya relatif lebih sering. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan Babadotan dan Krinyu dapat digunakan untuk menendalikan hama krop kubis dengan mortalitas larva masing-masing 80,0% dan 82,5%. Sedangkan untuk dilapangan kedua jenis ekstrak tersebut masing-masing intensitas kerusakan sekitar 7,5% dan 10,0% pada perlakuan ekstrak tumbuhan krinyu dan Babadotan,dan pada perlakuan kontrol tanpa pengendalian sekitar 60-75,0%. Dengan demikian kedua jenis gulma ini dapat digunakan sebagai pestisida nabati.  (Syaiful Asikin, asikin_balittra@yahoo.co.id)

 

Dampak Negatif Pestisida Pertanian

Dampak Negatif Pestisida Pertanian

 

Banyak dilaporkan bahwa penggunaan pestisida banyak memberi manfaat dan keuntungan. Diantaranya, cepat menurunkan populasi jasad penganggu tanaman dengan periode pengendalian yang lebih panjang, mudah dan praktis cara penggunaannya, mudah diaplikasikan secara besar-besaran serta mudah diangkut dan disimpan. Manfaat yang lain,  secara ekonomi  penggunaan pestisida relatif menguntungkan. Namun, bukan berarti penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak buruk. Akhir-akhir ini disadari bahwa pemakaian pestisida, khususnya pestisida sintetis ibarat pisau bermata dua.

 

Dibalik manfaatnya yang besar bagi peningkatan produksi pertanian, terselubung bahaya yang mengerikan. Tak bisa dipungkiri, bahaya  pestisida semakin nyata dirasakan masyarakat, terlebih akibat penggunaan pestisida yang tidak bijaksana. Kerugian berupa timbulnya dampak buruk penggunaan pestisida, dapat dikelompokkan atas 3 bagian : (1). Pestisida berpengaruh negatip terhadap kesehatan manusia, (2). Pestisida berpengaruh buruk terhadap kualitas lingkungan, dan (3). Pestisida meningkatkan perkembangan populasi jasad penganggu tanaman.  (Syaiful Asikin)