JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Budidaya Talas Di Lahan Rawa Lebak Dangkal

Budidaya Talas Di Lahan Rawa Lebak Dangkal

 

Talas sudah lama dibudidayakan di lahan rawa. Biasanya ditananm di pematang pada musim hujan dan pada musim kemarau dihamparan sawah. Pemeliharaan talas cukup mudah dan tidak memerlukan perawatan yang khusus, karena talas merupakan tanaman yang adaptif pada berbagai  lingkungan.  Budidaya tanaman talas terdiri dari pembibitan, persiapan lahan dan tanam, pemeliharaan, serta panen.

 

Pembibitan 

Lahan untuk menyemai dipilih di bagian yang agak lembab, kemudian dibersihkan dari rumput dan dicangkul sampai gembur. Umbi yang beratnya 0,5 kg dipotong-potong sebanyak 10 bagian untuk digunakan sebagai bibit. Potongan umbi tersebut disemai pada lahan yang telah disiapkan dengan sistim baris, agar mudah dicabut.  Setelah semaian berumur satu bulan, sudah bisa ditanam.

 

Persiapan lahan dan taman

Lahan dibersihkan dari rumput dan tumbuhan lainnya, kemudian dibuat lubang tanam dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm.  Pupuk kandang diberikan menjelang tanam, dengan takaran 200-250 g per lubang tanam.  Setiap lubang ditanami satu bibit talas, waktu tanamnya pagi atau sore hari.

 

Pemeliharaan

Pengendalian gulma biasanya dilakukan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan, atau tergantung konsidi lapangan, sekaligus melakukan pembumbunan.

 

Panen

Panen dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 6 sampai 8 bulan, dengan cara dicabut. Bersihkan akar dan pelepah daun bagian bawah, potong pelepah dan daun bagian atas, maka umbi talas siap dipasarkan.

 

Pemanfaatan

Masyarakat Kalimantan Selatan memanfaatkan semua bagian tanaman talas, umbinya sebagai makanan pokok, campuran sayuran, dan dapat juga dibuat kripik serta tepung untuk diolah berbagai macam jenis kue. Sulurnya dibuat sebagai campuran sayuran, dan daunnya dimanfaatkan sebagai makanan tambahan ikan gurami.(Samdani – Balittra)

Pembibitan Unik Tanaman Horti Dari Lahan Rawa Lebak Dalam

Pembibitan Unik Tanaman Horti Dari Lahan Rawa Lebak Dalam

 

Lahan rawa lebak sangat potensial untuk pertanian. Selain tanaman padi, tanaman hortikultura juga banyak diusahakan oleh para petani di lahan rawa lebak. Berbagai jenis tanaman hortikultura yang sudah berkembang di petani, adalah tanaman sayuran dan buah (cabe, terong, tomat, semangka, mentimun dan labu putih), tanaman kacang kacangan (kacang tunggak), ubi ubian (ubi alabio dan ubi nagara),dan tanaman jagung (jagung manis dan jagung lokal kima). Untuk tanaman sayuran yang dikonsumsi buahnya seperti cabe, terong dan tomat, petani lebak memiliki sistem persemaian yang unik.

 

Persemaian unik ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, biji tanaman disemai dalam bak bak persemaian . Tahap kedua, setelah semaianan berumur 15-20 hari, bibit dicabut dan dimasukkan kedalam kepalan-kepalan tanah dengan ukuran sebesar buah kemiri. Kepala tanah yang sudah ada tanamannya disusun kembali ke dalam bak persemaian. Persemaian petani lebak tidak menggunakan polybag kecil layaknya yang digunakan oleh petani di lahan kering. Media semai yang digunakan, bukan berasal dari lahan rawa disekitarnya, tetapi dari tanah sisa limbah pengolahan karet yang ada di kecamayan Haruyan Hulu Sungai Tengah. Menurut petani tanah limbah ini lebih subur, tidak terlalu gembur dan tidak terlalu liat, sehingga mudah untuk dibentuk kepalan-kepalan untuk pemindahan bibit kedua. Sedangkan menurut para penyuluh pertanian, suburnya tanah dari sisa limbah pengolahan karet, karena pada proses pengolahannya menggunakan pupuk yang mengandung P2O5 (TSP ataupun SP36). Pemeliharaan bibit yang petani lakukan sambil menunggu pembeli, hanyalah menjaga kembaban tanah pada kepalan-kepalan bibit, dengan melakukan penyiraman jika tidak turun hujan.

 

Sentral wilayah persemaian, yang menjual tanaman dalam bentuk bibit terpusat di Desa Muneng, Kecamatan Daha Selatan. Dari desa ini bibit didistribusikan ke wilayah lainnya seperti ke Daha Utara, Babirik, Alabio, serta kota Kandangan. Harga bibit dijual berdasarkan jenis dan varietas, dengan kisaran harga Rp. 600,- sampai Rp. 800,-/tanaman. Bagi yang memerlukan bibit horti, silahkan ke lahan rawa lebak dalam Desa Muning di wilayah Nagara, dijamin memuaskan. (Muhammad Saleh dan Nurita)

 

 

Media Tanam sisa limbah pengolahan karet (kiri), kepalan kepalan tanah dengan bibit yang siap tanam kelahan (kanan)

 

 

Peletakan bak bak persemaian dengan sistem rak bertingkat (kiri), Berbagai jenis bibit horti yang siap menunggu pembeli (kanan)