JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

EDAMAME KEDELAI SAYUR YANG ADAPTIF

EDAMAME KEDELAI SAYUR YANG ADAPTIF DI KEBUN PERCOBAAN BANJARBARU

 

Pendahuluan

Kedelai Edamame merupakan kedelai yang mempunyai biji besar, dikonsumsi dalam bentuk  bijinya yang masih segar, sehingga disebut kedelai sayur.  Kedelai edamame diduga berasal dari Jepang, dan berkembang di Cina. Di Indonesia kedelai edamame sudah mulai dibudidayakan dengan pemasaran pada pasar pasar swalayan. Pada umumnya Kedelai edamame yang ada di Kalimantan Selatan, dimasuk dari pulau Jawa. Sejak  tahun 2017 lalu, seorang dosen Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Unlam mencoba mengembangkan kedelai edamame, ternyata kedelai edamame adaptif ditaman di wilayah Pemerintah Kota Banjarbaru. Hal yang sama juga terjadi pada penanaman di Kebun Percobaan Banjarbaru Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa.

Sebagai camilan yang enak dan gurih, kedelai edamame juga mengandung nilai gizi yang tinggi.  Setiap 100 gram kedelai edamame mengandung 11,40 gram protein, kalori 582 Kcal, lemak 6,6 gram, serat 15,6 gram, kalsium 140 gram, fosfor 1,7 gram, besi 1 gram, vitamin B2 0,14 gram, vitamin B1 10,27 gram, dan air 71,1 gram.

Budidaya kedelai edamame

Tanah dibersihkan dari gulma gulma yang ada, kemudian di cangkul sampai gembur.  Pada tanah yang masam perlu diberikan kapur dengn dosis 1 ton/ha.  Kapur diberikan 15 hari sebelum tanam, dengan cara ditabur merata pada permukaan lahan dan diaduk aduk agar kapur tercapur merata dengan tanah yang telah diolah.

Pupuk dasar yang digunakan berupa pupuk kandang, dengan dosis 1-2 ton/ha, diberikan pada saat tanam. Jarak tanam yang digunakan adalah  20 cm - 40 cm atau 30 cm x 20 cm, ditanam dengan cara ditugal dan dimasukan benih 2  biji/lubang tanam. Untuk mencegah serangan hama tanaman, pada lubang tanam diberi insektisida berbahan carboforan, baru dilakukan penutupan lubang tanam. Pupuk buatan yang diberikan berupa 50 kg Urea, 75 kg SP36 dan 60 kg KCL per hektar. Diberikan pada saat tanam, dengan cara di larik disepanjang barisan tanaman.

Kedelai sayur edamame dipanen sekitar umur dua bulan setelah tanam, dimana biji masih segar, polong terisi penuh dengan warna polong masih hijau. Pemanenan polong kedelai edamame biasanya tidak dilakukan serentak, yang pertama dipanen adalah  polong yang besar dan berisi penuh. Pemanenan berangsur angsur dari polong bagian bawah batang menuju polong di atas. Polong segar dapat dikonsumsi dengan cara direbus langsung sebagai camilan, atau dicampur dengan bahan lain sebagai lauk makan.(Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )

Hasil pengujian edamame bersama varietas varietas kedelai lainnya yang ditanam di Kebun Percobaan Banjarbaru, tahun 2018 seperti di bawah ini :

Tabel 1. Perbandingan komponen hasil varietas kedelai dengan edamame

Varietas

 

Jumlah polong/ tanaman

Hasil polong segar/ tanaman (g)

Hasil polong Segar/ha (ton)

Grobogan

1

28,67

32,93

4,1

Edamame

2

25,00

59,00

7,3

Menyapa

3

89,00

46,37

5,8

Lawit

4

44,00

24,53

3,1

 

Tabel 2.  Perbandingan kedelai Grobogan (biji besar) dengan Edamemi

Varietas

Bobot100 biji sayur

Jumlah biji/ tanaman

Hasil biji sayur/ tanaman (g).

Hasil biji sayur/ ha (ton).

Grobogan

44,86

46,33

21,76

2,69

Edamame

85,43

40,00

32,78

4,103

Dari data tersebut diatas,hasil polong segar tertiggi dan hasil biji sayur tertinggi di capai oleh Edamame

 

 

                                 (A)                                                             (B)

Gambar : Perbandingan kedelai edamame dengan kedelai biasa (A) Pohon kedelai edamame yang lebat polong (B) 

 

TUMPANGSARI TANAMAN PEPAYA DAN SEMANGKA

TUMPANGSARI TANAMAN  PEPAYA DAN SEMANGKA PADA LAHAN RAWA LEBAK DANGKAL

  

Pepaya merupakan tanaman buah yang tergolong monokotil, dimana pertumbuhnnya tanpa cabang, memanjang keatas, dengan mahkota daun yang tidak ribun. Sifat pertumbuhan pepaya yang demikian menjadikan tanaman pepaya sangat ideal untuk ditanami dengan jenis tanaman lain diantara barisan tanamannya atau dikenal dengan nama tumpangsari. Salah satu penanaman sistem tumpangsari yang ditampilkan pada Pekan Pertanian Lahan Rawa ke II (PPRN II) adalah tumpangsari antara tanaman pepaya dan semangka.

Keuntungan penanaman tumpangsari pepaya dan semangka.

1. Pepaya merupakan tanaman tahun yang mulai panen pada bulan ke 6, sedangkan semangka merupakan tanaman semusim yang dapat di panen pada bulan ke 2, sehingga pepaya masih fase vegetatif, kita sudah bisa panen semangka.

2. Pepaya merupakan tanaman monokotil dengan sistem perakaran tunjang, sehingga dapat mengambil unsur hara yang ada dibagian bawah dalam tanah, sedangkan semangka tergolong tanaman dikotil dengan sistem perakaran serabut, yang mengambil hara pada lapisan atas (lapisan olah tanah).

3. Pertumbuhan pepaya memanjang keatas, sedangkan semangka menjalar dan menyebar dipermukaan tanah, sehingga tidak terdapat persaingan dalam hal sinar matahari.

4. Sifat tanaman pepaya yang tinggi dan tanaman semangka yang menjalar, menjadikan trobulinsi udara, sehingga kedua tanaman tidak bersaing dalam hal pengambilan udara bebas di alam.

5. Sifat tumbuh semangka yang menjalar dan menutupi permukaan tanah menjadikan gulma pada tanaman pepaya berkurang. 

Pepaya dan semangka merupakan tanaman yang tidak tahan terhadap genangan, karenan itu penanaman kedua tanaman tersebut pada lahan rawa lebak dilaksanakan pada musim kemarau sedangkan pada lahan rawa psang surut di tanaman dengan sistem surjan.

Pengolahan lahan.

Lahan dibersihkan dari gulma, kemudian tanah dicangkul sampai gembor dan permukaan tanah diratakan. Dibuat bedengan lebar 1,5 meter dengan panjang 50 meter atau sesuai lahan yang kita miliki. Antar bedengan dibuat parit dengan lebar 30-50 cm, agar air tidak tergenang.

Bahan tanaman.

Bahan tanaman pepaya dan semangka yang ditanam merupakan bibit, hasil semaian biji dalam polybag. Penanaman dilapangan dengan cara mengeluarkan tanaman dari polybag dengan cara hati hati, agar tanah tidak pecah atau berhamburan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebelum tanaman dikeluarkan polybag disiram dulu. Pepaya dan semangka di tanam pada bedengan tersebut, dengan jarak tanam pepaya 5 m, dan diantara pepaya ditanami semangka dengan jarak tanam 1 meter. Kapur diberikan 7-15 hari sebelum tanam dengan cara ditabur merata pada bedengan. Pupuk kandang diberikan sebanyak 15 ton/ha dengan cara di koak pada lubang tanam, sehari sebelum tanam. Penanaman dapat dilakukan secara bersamaan.

Pemberian pupuk buatan berupa NPK dengan dosis 250 kg/ha, yang diberikan pada saat tanam, dengan cara dilarik disekitar tanaman dan di larutkan dalam air dan disiramkan(dikocorkan) pada bagian akar tanaman, dengan selang 10-15 hari sekali. Pemeliharaan tanaman yang perlu diperhatikan adalah pengendalian gulma. Karena keberadaan gulma yang tidak terkendali dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil tanaman. Untuk mengurangi penyiangan gulma, dapat digunakan Mulsa. Selain itu pengendalian hama dan penyakit tanaman juga perlu diperhatikan. Setelah 2 sampai 2,5 bulan kita sudah bisa menikmati semangkan, dan setelah 6 bulan kita menikmati pepaya hasil kerja kubun kita. Selamat mencoba...(Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )