JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BUDIDAYA KACANG HIJAU (Vigna radiate L.)

 

BUDIDAYA KACANG HIJAU (Vigna radiate L.)

DI RAWA LEBAK DANGKAL PADA MUSIM KEMARAU

 

Tanaman kacang hijau sudah lama dikenal oleh masyarakat Kalimantan Selatan, demikian juga oleh petani di lahan rawa.  Pada umumnya kacang hijau dikonsumsi sebagai penganan seperti bubur kacang hijau, selain digunakan untuk bahan pembuatan kecambah. 

Kacang hijau merupakan salah satu sumber protein, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh manusia.  Tiap 100 gram biji kacang hijau mengandung 345 kalori, 24 gram protein, 1,3 gram lemak dan 56,7 gram  karbohidrat. Tanaman ini dapat ditanam pada lahan rawa lebak dangkal dan lahan rawa lebak tengahan pada saat musim kemarau yang ditanam secara hamparan. Dari segi agronomis dan ekonomis, kacang hijau memiliki kelebihan seperti tahan terhadap kekeringan, dapat dipanen pada umur 55 – 60 hari, dan dapat ditanam pada tanah yang kurang subur dengan budidaya yang mudah serta memiliki harga jual yang tinggi dan stabil.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, melalui para peneliti Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian telah menghasilkan beberapa macam varietas unggul,  diantaranya seperti pada Tabel 1.

 Tabel 1.  Varietas unggul Kacang Hijau

Deskripsi

Vima 2

Vima 3

Vima 4

Vima 5

Potensi hasil (t/ha)

2,44

2,11

2,32

2,34

Rata- rata hasil (t/ha)

1,8

1,8

1,91

1,84

Umur panen (hari)

56

60

56

56

Kategori umur

Genjah

Genjah

Genjah

Genjah

Warna biji

Hijau mengkilat

Hijau kusam

Hijau mengkilat

Hijau kusam

Bobot 100 biji (g)

6,6

5,9

6,62

6,67

Kategori ukuran biji

Besar

Besar

Besar

Besar

Ketahanan terhadap hama penyakit dan sifat lain

Toleran hama thrips dan penyakit tular tanah

Toleran terhadap tular tanah dan sesuai untuk kecambah

Agak tahan hama thrips dan penyakit embun tepung

Agak tahan hama thrips dan penyakit embunt epung

Sumber : Badan Litbang Pertanian  (2016)

Teknik budidaya kacang hijau di lahan rawa lebak agar panen melimpah adalah: (1) menggunakan varietas unggul bersertifikat, (2) pemberian kapur dosis 1,0 t/a pada lahan yang masam, (3) tanam dengan cara tugal dengan jarak tanam 40 x 15 cm dan 2 biji per luban, (4) pemupukan dengan dosis 100 kg urea, 125 kg SP36 dan 100 kg KCl per hektar pada saat tanam.dengan cara dilarik disisi lubang tanam di sepanjang barisan tanaman, (5) pemeliharaan tanaman berupa penyiangan saat tanaman berumur 15-21 hari setelah tanam (HST) atau sebelum berbunga dan pada umur 30-40 HST, (6) panen dilakukan pada saat polong sudah keras dan berwarna coklat atau hitam yang dilakukan secara bertahap, karena pembungaan yang tidak serentak, (7) setelah panen, polong dijemur selama 2-3 hari hingga kulit polong mudah terbuka, (8) pembijian dilakukan dengan cara dipukul di dalam kantong plastik atau kain untuk menghindari kehilangan hasil. Hasil pengujian lima varietas unggul kacang hijau di lahan rawa lebak dangkal KP. Banjarbaru, tahun 2017 disajikan pada Tabel 2.(Rusmila Agustina dan Pansyah)

Tabel 2. Hasil (t/ha) lima varietas unggul kacang hijau 

Varietas

Jumlahbiji/polong

(biji)

Bobot 100 biji

(g)

Hasil/hektar

(t)

Sriti

12,92

6,18

1,57

Vima

12,20

6,53

1,36

Murai

10,84

5,55

1,42

Nuri

11,68

5,68

1,01

Betet

12,36

6,20

1,36

 

Tanaman kacang hijau di  rawa lebak dangkal, MK. 2007 (a) dan polong

 kacang hijau muda (berwarna hijau) dan polong tua (berwarna hitam) (b) 

Tarap Buah Lokal Eksotis Kalimantan yang Serbaguna

Tarap Buah Lokal Eksotis Kalimantan yang Serbaguna

 

Tanaman tarap dengan nama latin Artocarpus odoratissimus, merupakan tanaman tahunan, berbentuk pohon, tinggi, berdiameter batang dan daun yang besar serta batang bergetah. Buah terbentuk pada ujung ranting, dengan bentuk bulat, mempunyai duri yang lunak dan panjang, serta kulit buah berwarna hijau dan keras sewaktu muda dan berwarna coklat kekuningan dan lunak jika matang dengan daging buah berwarna putih, lunak dan manis.

Tanaman ini tergolong langka, karena mempunyai daerah penyebaran yang sempit, namun kerabat tarap lainnya seperti sukun dan kluwih masih dapat ditemui pada beberapa pulau di Indonesia. 

Tarap dapat dikatakan sebagai tanaman yang serba guna, karena seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan diantaranya : (1) batang, batang yang berukuran besar dapat digunakan bahan bangunan dan perkakas rumah tangga, sedang rantingnya dapat digunakan sebagai kayu bakar; (2) buah matang, daging buah yang matang dapat dikonsumsi langsung sebagai buah segar, dengan rasa yang manis,  atau digoreng bersama sama dengan tepung dengan nama lokal gaguduh tarap, proses pembuatanya seperti pembuatan  pisang goreng; (3) biji, biji tarap dari buah yang sudah masak dapat disangrai atau digoreng tanpa minyak, untuk dikonsumsi seperti layaknya polong kacang tanah, dan (4) buah yang muda, buahnya yang muda/tidak terlalu matang dapat dibuat sebagai asinan.  Dalam bahasa Banjar, asinan buah tarap ini dikenal dengan nama jaruk tarap.

Jaruk tarap merupakan lauk makan yang populer di daerah pahuluan, yaitu di Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tabalong dan  Kabupaten Banjar.  Pembuatan jaruk tarap menambah nilai ekonomis buah tarap. Di pasar tradisional, harganya dapat mencapai Rp 18.000 – Rp. 20.000 per biji (2 potong). Jaruk tarap ini dapat disimpan hingga satu tahun atau sampai musim berbuah berikutnya.  Pembuatannya sederhana  dan mudah:  (1) bersihkan kulit luar dan potong menjadi 2 atau 4 bagian, kemudian direbus hingga matang atau berubah warnanya menjadi kecoklatan dengan tekstur agak lembek, atau buah yang masih berkulit langsung direbus, setelah matang dan didinginkan baru dikupas dan dipotong menjadi beberapa bagian, (2) masukkan tarap yang sudah dingin dan ditaburi dengan samu (beras sangrai)   ke dalam toples yang telah berisi larutan air matang dan garam.  Jaruk tarap baru dapat dinikmati setelah 2 hari penyimpanan.  Kebiasaan masyarakat Banjar, jaruk tarap disajikan dalam bentuk olahan: (1) jaruk tarap goreng (oseng), jaruk tarap dipotong potong dalam ukuran kecil, kemudian dioseng bersama bawang merah, bawang putih, dan lombok besar, untuk rasa pedas ditambahkan dengan lombok rawit dan (2) jaruk tarap batanak/paliat jaruk, jaruk tarap dipotong dalam ukuran yang kecil, lalu dimasak bersama air santan kental dengan bawang merah, bawang putih dan belimbing wuluh. Selamat mencoba.(Muhammad Saleh, saleh_duransyah@yahoo.co.id )