JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengaruh Ameliorasi dan Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Terung pada Lahan Gambut Dangkal

Pengaruh Ameliorasi dan Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Terung pada Lahan Gambut Dangkal

Nurul Fauziati dan Nurita

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Abstrak

Luas lahan gambut di Indonesia mencapai 10,89 juta hektar dan dari luasan lahan gambut tersebut 34% terdapat di Kalimantan. Kandungan bahan organik di lahan gambut umumnya tinggi namun tingkat kesuburannya rendah, karena rendahnya tingkat kejenuhan basa dan ketersediaan hara makro serta sejumlah hara mikro. Pemanfaatan lahan ini untuk budidaya tanaman sudah lama dilakukan oleh petani dengan tingkat keberhasilan yang beragam. Dalam budidaya tanaman pangan dan hortikultura khususnya sayuran, petani biasanya menggunakan abu bakaran gulma sebagai bahan amelioran. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ameliorasi dan pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas terung pada lahan gambut dangkal. Penelitian dilaksanakan di Desa Perwodadi, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah pada musim hujan tahun 2003. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah, 3 (tiga) ulangan. Petak utama adalah: 1). Ditanam pada kondisi alami atau control (M0) dan 2). Ditanam pada lahan yang ameliorasi dan diberi pupuk NPK (M1). Sedagkan anak petak ditanam pada lahan yang diamelioran dan pupuk NPK serta varietas terung, berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil. Hasil tertinggi dicapai oleh varietas Naga Hijau pada perlakuan yang diameliorasi dan dipupuk NPK (35,98 t/ha), sedagkan terendah varietas Lokal Landasan Ulin, pada perlakuan control (10, 69) t/ha). Pemberian bahan amelioran dan pupuk NPK pada lahan gambut dangkal berpengaruh nyata dan mampu meningkatkan hasil pada masing-masing varietas terung sebesar 59,61% (varietas Naga Ungu), 79,50% (varietas Naga Hijau), 43,69% (varietas Lokal Tanjung) dan 64, 17% (varietas Mustang).


Kata kunci: varietas terung, ameliorasi, pupk NPK, lahan gambut dangkal.


Pendahuluan

Luas lahan gambut di Indonesia mencapai 10,89 juta hektar (Alihamsyah dan Noor, 2003) dan sekitar 34% terdapat di Kalimantan (Radjagukguk, 1997; Adimihardja et al., 1998). Berdasarkan ketebalan lapisan gambutnya, lahan gambut terbagi dalam tiga kategori, yaitu: 10 gambut dangkal dengan ketebalan lapisan gambut 50-100 cm, 2) gambut tengahan dengan ketebalan lapisan gambut 101-200 cm, dan 3) gambut dalam dengan ketebalan lapisan gambut > 200 cm (Widjaja-Adhi et al., 19920. Pada lahan gambut kandungan bahan organic umumnya tinggi namun tinggkat kesuburan tanahnya rendah, karena rendahnya tingkat kejenuhan basa dan ketersediaan hara makro serta sejumlah hara makro (Adimihardja et al., 1998). Lahan-lahan gambut di Indonesia telah sejak lama diusahakan untuk budidaya tanaman pangan dengan tingkat keberhasilan yang beragam (Radjagukguk, 1997).

Dari penilaian kesesuaian lahan untuk tanaman palawija dan hortikultura, lahan gambut termasuk sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas pH tanah masam dan tingkat kesuburan rendah. Upaya mengatasi kendala tersebut dapat dilakukan melalui pemberian amelioran dan pupuk lengkap (Agus et al., 1997). Hasil evaluasi dan inventarisasi lokasi-lokasi pemukiman transmigrasi di Indonesia menunjukkan bahwa lokasi pemukiman transmigrasi di lahan gambut (terutama gambut dangkal) telah berkembang jadi lahan pertanian produktif yang menghasilkan bahan pangan, hortikuiltura (buah dan sayuran) serta tanaman industry (Sardjadidjaja dan Sitorus, 1993).

Pertain di lahan gambut dalam budidaya sayuran biasa menggunakan abu sebagai bahan amelioran, untuk jangka pendek perlakuan ini memberi pengaruh positif terhadap hasil tanaman. Namun kebiasaan tersebut tidak dianjurkan karena permukaan, sehingga dapat menurunkan kualitas lahan. Dalam setiap tahun pembuatan abu gambut oleh petani rata-rata dapat menurunkan 1-2 cm permukaan tanah gambut (Adi Jaya et al., 20010.

Tanaman terung (solanum melongena L) termasuk family Solanaceae dan merupakan tanaman setahun yang berbentuk perdu. Terung dapat ditanam dan tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun di dalam pertumbuhannya memerlukan tanah yang subur, air tanah tidak menggenang dan pH tanah 5-6 (Sunardjono, 2003). Buah terung mengandung vitamin A, vitamin B dan vitamin C, rasa buah yang renyah banyak disukai untuk dijadikan sayur atau dilalap mentah.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ameliorasi dan pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas terung pada lahan gambut dangkal.


Prosiding Seminar Nasional Pertanian Lahan Rawa
Revitalisasi Kawasan PLG dan Lahan Rawa Lainnya untuk Membangun Lumbung Pangan Nasional
Kuala Kapuas, 3-4 Agustus 2007

Buku I