JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dalam Rangka Pengembangan Padi

Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dalam Rangka Pengembangan Padi

PENDAHULUAN

Salah satu tujuan utama pembangunan pertanian di Indonesia adalah meningkatkan ketahanan pangan, sehingga berbagai upaya dan terobosan terus dilakukan. Pembangunan pertanian nampaknya masih akan dihadapkan kepada berbagai masalah dan tantangan yang makin kompleks, diantaranya adalah dinamika perubahan lingkungan, baik sebagai akibat eksploitasi berlebih yang sering mengabaikan daya dukung lahan dan kerentanan lingkungan, maupun perubahan iklim global yang tidak menguntungkan yang menyebabkan terjadinya deraan lingkungan seperti cekaman kekeringan dan banjir pada sentra-sentra produksi. Disamping itu telah terjadi fenomena yang cukup serius, yaitu menciutnya lahan-lahan pertanian subur yang beralih fungsi ke penggunaan non pertanian atau produksi non pangan yang nampak mulai sulit dikendalikan, terbukti dengan laju penciutan yang sangat besar yaitu 35.000-50.000 ha/tahun (Nasoetion san Winoto, 1995).

Kebutuhan beras nasional semakin besar seiring dengan pertambahan penduduk. Berdasarkan analisis data yang ada, Puslitbangtan. (1992), memprediksi bahwa kebutuhan beras nasional pada tahun 2018 dapat dipenuhi apabila produksi padi pada tahun tersebut sebanyak 83,38 juta ton. Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan beras yang makin meningkat tersebut menurut Adimiharja et al. (2000), diperlukan penambahan areal sawah seluas 20.250 hektar per tahun.

Indonesia sebenarnya mempunyai kekayaan alam berupa keragaman agro-ekosistem, yanga salah satunya adalah lahan rawa lebak. Widjaja-Adhi et al. (1992), memperkirakan luas lahan rawa lebak mencapai 13,28 juta ha, yang tersebar di tiga pulau besar Sumatera, Papua, dan Kalimantan. Lahan tersebut belum diusahakan untuk pertanian secara maksimal sesuai potensi. Potensi yang demikian besar perlu didayagunakan sebaik-baiknya dengan mengatasi masalah pengembangannya utamanya rejim air yang sangat fluktuatif dan sulit diduga, serta kesuburan tanah dan keberadaan organisme pengganggu. Oleh karenanya untuk mengembangkan lahan rawa lebak menjadi areal pertanian, khususnya untuk tanaman padi dalam skala luas memerlukan penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisinya, agar diperoleh hasil yang maksimal.


Prosiding Seminar Nasional Inovasi Telnologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan Rawa dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Banjarbaru, Kalimantan selatan 5-7 oktober 2004