JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Strategi Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi Tanpa Insektisida Sintetik di Lahan Pasang Surut

Strategi Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi Tanpa Insektisida Sintetik di Lahan Pasang Surut

ABSTRAK

Sulitnya mengurangi penggunaan insektisida kimia atau biasa disebut insektisida sintetik disebabkan belum adanya cara pengendalian lain yang efektif. Insektisida sintetik mudah aplikasinya karena siap pakai dan hasilnya lebih cepat terlihat. Padahal telah banyak dilaporkan bahwa insektisida sintetik bukan saja berdampak negatif terhadap lingkungan, namun juga terhadap kesehatan manusia. Akan tetapi di beberapa daerah di lahan pasang surut masih banyak yang tidak menggunakan pestisida dalam berusahatani padi terutama bila menanam padi varietas lokal. Ada beberapa cara bercocok tanam padi yang biasa dilakukan oleh petani di lahan pasang surut yang dapat menekan populasi penggerek batang padi, yaitu memotong turiang padi dan membiarkannya sampai membusuk, tanam pindah yang dilakukan beberapa kali, memotong daun pada saat tanaman akan dipindahkan. Cara-cara tersebut dapat menggagalkan penggerek batang yang berdiapaus untuk menjadi imago, membunuh larva yang ada di dalam batang dan menggagalkan telur menetas menjadi larva. Selain itu dengan adanya tumbuhan Eleocharis dulcis yang secara alami berperan sebagai tanaman perangkap dan melimpahnya musuh alami, maka kerusakan padi yang disebabkan oleh penggerek batang sangat rendah setiap tahun hanya berkisar 0,1 - 1,0 % saja. Berbeda dengan di lahan pasang surut yang menanam padi dua kali setahun (padi lokal-unggul), banyak petani yang menggunakan pestisida diantaranya insektisida sintetik untuk mengendalikan penggerek batang padi. Ada strategi pengendalian penggerek batang padi yang tujuannya menghindari penggunaan insektisida sintetik atau setidaknya mengurangi frekuensi penggunaannya, yaitu melakukan waktu tanam yang serentak, menggunakan pupuk nitrogen yang tidak berlebihan, waktu pemberian kalium yang tepat, menata tumbuhan Eleocharis dulcis sebagai tanaman perangkap dan menggunakan insektisida nabati.


PENDAHULUAN

Peran pengendalian hama serangga dalam kaitannya dengan kehidupan manusia, khususnya sistem pertanian dirasa semakin penting. Pengendalian hama telah berevolusi dari waktu kewaktu sesuai dengan perkembangan pertanian itu sendiri dan perkembangan teknologi pengendalian dan ilmu pengetahuan yang melandasinya. Sekarang pengendalian hama telah mencapai suatu tingkat yang cukup kompleks dalam suatu sistem manajemen pertanian. Penggunaan insektisida sintetik yang sangat luas tidak hanya mempengaruhi kehidupan serangga tetapi juga sistem fauna dan flora, lingkungan fisik dan kesehatan manusia (Manuwoto, 1999). Selain itu insektisida sintetik memiliki sifat non spesifik karena dapat membunuh organisme lain diantaranya adalah musuh alami yang harus dipertahankan keberadaannya (Muller, 1990 dalam Arinafril dan Muller, 1999; Thamrin et al., 1999).

Penyebaran hama penggerek batang padi di lahan pasang surut Kalimantan Selatan dan Tengah sangat luas dan tergolong sebagai hama potensial (Thamrin dan Asikin, 2002). Walaupun demikian, sampai saat ini tidak pernah terjadi serangan yang eksplosif seperti yang terjadi di Jawa. Hal ini disebabkan waktu tanam yang serentak, cara tanam seperti memotong turiang padi dan membiarkannya sampai membusuk, tanam pindah yang dilakukan beberapa kali, memotong daun pada saat tanaman akan dipindahkan, sehingga dapat menggagalkan penggerek batang yang berdiapaus untuk menjadi imago, membunuh larva yang ada di dalam batang dan menggagalkan telur menetas menjadi larva. Cara bercocok tanam seperti ini hanya dilakukan untuk usahatani padi lokal yang umurnya kurang lebih 240 hari. Sedangkan di daerah pasang surut lainnya yang menanam padi dua kali setahun selalu menggunakan pupuk dan insektisida sintetik dengan dosis tinggi terutama untuk varietas unggul, sehingga sering terjadi kerusakan padi yang disebabkan oleh hama serangga (Thamrim et al., 1997).

Makalah ini menyajikan beberapa cara budidaya padi di lahan pasang surut dan faktor-faktor lainnya yang dapat menurunkan populasi hama penggerek batang padi tanpa menggunakan insektisida sintetik.


Prosiding Seminar Nasional
Inovasi Telnologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan Rawa dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Banjarbaru, Kalimantan selatan 5-7 oktober 2004