JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Varietas Genetik Heritabilitas Hasil dan Komponen Hasil Empat Varietas Tomat di Lahan Pasang Surut

Varietas Genetik Heritabilitas Hasil dan Komponen Hasil Empat Varietas Tomat di Lahan Pasang Surut

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi variasi genetik dan heritabilitas hasil dan komponen hasil empat varietas tomat di lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Belandean pada musim kemarau 2003, dengan perlakuan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok, tiga ulangan. Sebagai perlakuan adalah empat varietas tomat yaitu Oval, Permata, Berlian dan Mirah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter hasil menunjukkan heritabilitas yang tinggi (58,57 %).


PENDAHULUAN

Tomat merupakan tanaman setahun dalam bentuk perdu, buahnya mengandung vitamin A, C dan mineral yang cukup tinggi. Tanaman tomat bisa hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah (Villarea, 1980 cit Jaya 1995). Namun demikian hasil di dataran rendah lebih rendah (2,65 t/ha), dibandingkan dengan di dataran tinggi (10,40 t/ha) (Buurma, 1992 cit Purwati 1996). Rendahnya produksi tomat di dataran rendah disebabjan oleh masih sedikitnya varietas yang adaptif. Pengembangan tomat di dataran tinggi dihadapkan pasa masalah erosi, dan pengembangan tomat di dataran rendah menjadi sangat penting (Purwati, 1996).

Tanaman sayuran mempunyai prospek dikembangkan di lahan pasang surut tipologi B dan C. Penataan lahan merupakan faktor kunci untuk menanam sayuran di lahan tipologi B, yaitu dengan membuat sistem surjan. Sednagkan pada lahan tipologi C sangat memungkinkan dilaksanakan dalam bentuk hamparan pada musim kemarau. Pengembangan tanaman tomat di lahan pasang surut masih banyak menghadapi kendala diantaranya kemasaman tanah, keracunal Al dan Fe. Penelitian tomat di lahan pasang surut belum banyak dilaporkan, demikian juga varietas tomat yang spesifik di lepas untuk lahan pasang surut juga belum ada. Oleh karena itu, pengujian daya adaptabilitas varietas-varietas tomat di lahan pasang surut perlu dilakukan. Dari segi pemuliaan pengujian galur/varietas pada suatu lingkungan tertemtu sangat diperlukan informasi genetiknya. Keberhasilan seleksi sangat ditentukan oleh nilai heritabilitas dan variabilitas.

Menurut Pinaria et al. (1995), pemilihan/seleksi pada suatu lingkungan akan berhasil bila karakter yang diamati menunjukkan nilai variabilitas yang luas dan heritabilitas yang tinggi. Pada karakter yang mempunyai nilai variabilitas lias, terhadap keragaman yang besar, sehingga keberhasilan seleksi lebih tinggi. Pada karakter yang mempunyai nilai heritabilitas yang tinggi, pengaruh genetik lebih berperan dibandingkan dengan pengaruh lingkungan, sehingga seleksi bisa dilakukan pada generasi awal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi genetik yang meliputi heritabilitas dan variabilitas empat varietas tomat yang ditanam di lahan pasang surut.

Prosiding Seminar Nasional
Inovasi Telnologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan Rawa dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Banjarbaru, Kalimantan selatan 5-7 oktober 2004