JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Budidaya Jeruk di Lahan Rawa Agar Berproduksi Tinggi dan Sepanjang Tahun

Teknologi Budidaya Jeruk di Lahan Rawa Agar Berproduksi Tinggi dan Sepanjang Tahun

Muhammad Saleh
Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

 

Pengelolaan jeruk dilahan rawa dilaksanakan dengan sistem surjan, dimana jeruk ditanam pada tembokan (guludan), sedang di sawah (tabukan) ditanami padi.

Nilai ekonomis budidaya tanaman jeruk dilahan rawa sangat menjanjikan, apalagi kalau jeruk yang kita usahakan berproduksi tinggi dan berbuah sepanjang tahun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya jeruk, sebagai berikut :

  1. Bibit merupakan bibit unggul yang bersertifikat.
  2. Jarak tanam dalam barisan 5 m atau bisa tanam rapat jarak 2,5 m.
  3. Penanaman pada musim hujan.
  4. Pemupukan.

Tabel. Takaran pupuk yang diberikan untuk tanaman jeruk.

Umur

thn

Gr/pohon

Frek.

Kali/thn

P.Kdg

Kg/phn

N

P2O5

K2O

0

-

-

-

-

20

1

200

100

100

4

30

2

300

150

150

3

40

3

400

200

200

2

60

4

500

250

250

2

80

5

600

300

300

2

100

6

800

400

400

2

140

7

1000

500

500

2

160

8

1200

600

600

2

180

Pembersihan gulma/penyiangan dilakukan 2 kali dalam setahun.

  1. Pembumbunan/pemberian tanah lumpur dari parit disamping tembokan dilakukan setahun sekali pada awal atau pertengahan musim kemarau.
  2. Pada umur 1 sampai 3 tahun, sebaiknya tanaman jangan dibiarkan berproduksi maksimal, dimana sebagian buah di buang.
  3. Cabang/ranting kering serta tunas wiwilan dipangkas.
  4. Setelah berumur 4 tahun tanaman sudah kuat dan siap untuk menghasilkan buah optimal.

PERANGSANGAN PEMBUNGAAN STRATEGI PANEN JERUK DI LUAR MUSIM

Merangsang pembungaan tanaman jeruk dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara kimia dan mekanis

a. Cara kimia.

Cara ini berprinsip merubah fisiologi tanaman dengan menghambat pertumbuhan fase vegetatif melalui peran hormon atau senyawa kimia tertentu agar muncul fase generatif yaitu munculnya bunga, selanjutnya terbentuknya buah.

Bahan kimia yang digunakan untuk merangsang bunga berupa zat pengatur tumbuh (NAA, Auxin, Gibberelin, Paklobutrazol, Potasium klorat. Cara kimia ini tidak dianjurkan, karena dapat merusak pertumbuhan tanaman.

b. Cara mekanis

Cara ini berprinsip merubah perbandingan unsur Karbon (C) dan Nitrogen (N) dalam tanaman, karena faktor tanaman yang banyak mempengaruhi rangsangan pembungaan adalah kandungan N, Karbohidrat dan nisbah C/N.

TEKNIK PERANGSANGAN PEMBUNGAAN

  • Lakukan pemupukan saat 4 bulan sebelum panen dan pertahankan agar tanah tetap lembab.
  • Kurangi pengairan saat 1-2 bulan sebelum panen.
  • Lakukan pemangkasan pada tunas liar, ranting terlalu subur,ranting tidak sehat dan sisa tangkai pendukung buah.
  • Lakukan penggemboran, pem bersihan gulma dan pemberian pupuk kandang.
  • Keringkan lahan selama 2 sampai 3 bulan sebelum waktu pembungaan yang dikehendaki.

Selesai masa stressing air (sekitar 2-3 bulan daripanen),segera lakukan pemupukan (dosis anjuran), diikuti oleh irigasi yang cukup agar bunga ber deferensiasi dan berkembanh lebih lanjut.

Agar primordial bunga dapat berkembang dan tumbuh menghasilkan bunga sempurna, tanaman memerlukan kondisi lingkungan yang optimal.

Gambar : Buah jeruk yang masih muda dan yang sudah tua.